Opini
Home / Opini / KMJ: TEGAS — SANDIWARA TEGAS

KMJ: TEGAS — SANDIWARA TEGAS

Kasus penyalahgunaan atau penggelapan uang jemaat, yang pada hakikatnya mencederai kepercayaan dan mencuri kemuliaan Tuhan, kemungkinan banyak terjadi. Ada yang silent, ada pula yang nyata……..

Bekasi, gpibwatch.id – Ketegasan seorang pemimpin dalam pelayanan di jemaat, dalam hal ini Ketua Majelis Jemaat (KMJ) / Pendeta, parameternya adalah ketika ada penyalahgunaan dana pelayanan jemaat, baik yang melibatkan penatua, diaken maupun keenam bidang pelayanan kategorial.

Mampukah seorang Ketua Majelis Jemaat / KMJ melakukan tindakan dengan tegas terhadap segala perbuatan yang dilakukan rekan sepelayanannya? Mampukah KMJ berada dalam posisi netral, tidak mengalami pembiasan atau terkontaminasi oleh hal-hal lain? Mampukah dia berdiri tegak di tengah, sesuai dengan ajaran Firman Allah yang dia geluti? Jika salah, katakan salah; jika benar, katakan benar. Dan mampukah menegakkan aturan Tata Gereja dengan segala konsekuensinya?

Sebagai seorang manusia, sebagai seorang Hamba Tuhan yang di pundaknya dipikul persoalan yang tidak mudah, bagaimana jika rekan sepelayanan yang melakukan perbuatan tidak terpuji merupakan kelompok atau personal yang selama ini dekat dalam pelayanan?

Integritas KMJ sangat dinantikan. Konsistensi dan tanggung jawab sebagai seorang pimpinan sangat diperlukan tatkala persoalan menyangkut kemuliaan Tuhan. Sanggupkah?

Jika Indonesia Bubar, GPIB Bagaimana? Ini Jawaban AI

Pengalaman dalam berjemaat dan bergereja menunjukkan bahwa dari satu Ketua Majelis Jemaat ke Ketua Majelis Jemaat lainnya memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, khususnya dalam hal ketegasan.

Kalau ketegasan sudah bercampur dan terlilit dengan kepentingan, jangan harap akan didapatkan hasil yang maksimal. Namun jika ketegasan tidak tercemar atau tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang berhubungan dengan kesejahteraan, baik itu secara jemaat, kelompok maupun individu, di situlah dapat terlihat bagaimana KMJ mampu mengelola jemaatnya sesuai dengan Firman Tuhan dan aturan Gereja.

Kasus penyalahgunaan atau penggelapan uang jemaat, yang pada hakikatnya mencederai kepercayaan dan mencuri kemuliaan Tuhan, kemungkinan banyak terjadi. Ada yang silent, ada pula yang nyata, dan terkadang mengambang begitu saja seperti uap yang cepat menghilang, nyaris tidak terdengar dalam kebisingan.

Menanti ketegasan seorang KMJ dan derivatnya, atau larut dalam tangis-menangis akibat rekan sepelayanan salah langkah dan menciptakan retorika mengambang—yang akhirnya melahirkan bola liar: kasih tanpa aturan.

Sebab dalam pelayanan, kasih memang diperlukan. Tetapi kasih tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebenaran, dan pengampunan tidak boleh menjadi pembenaran terhadap kesalahan.

LEMBAGA GEREJA TIDAK BOLEH RUNTUH

Pada akhirnya, pertanyaannya sederhana: Apakah KMJ benar-benar tegas, atau hanya sedang memainkan sandiwara ketegasan?

/ JP