JAKARTA, gpibwatch.id – Tampaknya ada kabar baik yang akan digulirkan Kantor Majelis Sinode terkait mutasi Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Jemaat “ORA ET LABORA” Serpong Pendeta Maria Paulintje Banjarnahor – Bimbangnaung.
Dikabarkan siang ini, Kamis (04/06/2026) Pendeta Maria dipanggil menghadap Majelis Sinode membicarakan hal mutasi dirinya. Tidak ada informasi yang jelas yang didapat GPIB Watch terkait pemanggilan KMJ Ora et Labora itu.
Sebagaimana diketahui hasil rapat Presbiter GPIB Ora et Labora yang melalui suara terbanyak yang dipimpin Ketua 1 PHMJ Eddy Misero beberapa lalu memutuskan menolak mutasi Majelis Sinode terhadap Pendeta Maria.
Cukup rumit mutasi terhadap Pendeta Maria ini, sudah empat kali surat Mutasi yang dibuat Majelis Sinode namun gagal pelaksanaan mutasi tak kunjung terlaksana. Yang menurut kabar yang beredar banyak alasan sehingga alih tugas tidak terlaksana.
Laman gpibwatch.id menyebutkan mutasi atau alih tugas itu hal yang biasa dalam sebuah organisasi. Alih tugas salah satunya adalah untuk penyegaran tapi bisa juga sebagai sarana edukasi sumber daya manusia (SDM) yang ada untuk lebih jauh mengenal lingkup tugasnya.
Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dalam fungsinya menjalankan roda kepemimpinan juga rutin melakukan mutasi kepada karyawannya, dalam hal ini Pendeta-pendeta di jemaat.
Sayangnya, tidak semua jemaat GPIB mampu menerima alias mengongkosi mutasi KMJ-nya atau Pendeta Jemaatnya. Yach, kalau pun sanggup mungkin tertatih-tatih mengumpulkan dana.
Seperti yang dialami jemaat GPIB Wisma Asih Lembang (WAL) di Bandung yang hanya memiliki 80 KK tapi dipaksa harus menyanggupi mutasi KMJ Pendeta Adrian Mamahit ke GPIB Bangun Purba Sumut, padahal KMJ tersebut baru menjabat 2 tahun lebih di jemaat itu.
“Ada beberapa program yang mana Pak Pendeta Adrian Mamahit masih ada didalamnya. Kok, ditengah perjalanan pendeta diambil tanpa komunikasi yang baik,” tutur Sekretaris PHM GPIB Wisma Asih Lembang, Dkn. Hilmanta Depari.

