Inspirasi
Home / Inspirasi / Tiga Pendeta Apresiasi Griya Krida Sekesalam: Bangga Karena Ditangani Profesional

Tiga Pendeta Apresiasi Griya Krida Sekesalam: Bangga Karena Ditangani Profesional

Frans S. Pong, Jurnalis GPIB Watch saat wawancara dengan Pdt. Richard Agung Sutjahjono didampingi Dkn. Edison Ferdinan Pallo.

Yang pasti aigendom, bukti kepemilikan properti GPIB tersebut sejak dikelola profesional, nilai aset terus meningkat.

BANDUNG, gpibwatch.id – Jalan panjang, terjal dilalui Griya Krida Sekesalam (GKS) hingga bisa menjadi sebagus sekarang ini. Kalau bukan sentuhan profesional dapat dibayangkan gedung akan seperti apa jadinya. Ada yang mengatakan kalau tidak disentuh secara baik gedung tampak menyeramkan.

Tiga orang Pendeta di wilayah Mupel Jabar 1 yakni Pendeta Richard Agung Sutjahjono S.Th, M.Si, Pdt. Frans P. Silitonga, M.Min, dan Pendeta Meity B. Risamena-Simaela, S.Th merespon positif apa yang telah dilakukan profesional di GKS yang menjadikan GKS sangat diminati tenant.

Apa yang telah dikerjakan pengelola GKS saat ini sangat-sangat memberi arti signifikan bagi keberadaan gedung yang memiliki Convention Hall dan puluhan kamar yang sangat akomodatif untuk penyelenggaraan event-event besar.

Yang pasti aigendom, bukti kepemilikan properti GPIB tersebut sejak dikelola profesional, nilai aset terus meningkat, tidak seperti sebelumnya hanya menjadi beban Sinode GPIB yang harus mengeluarkan dana perawatan yang tidak sedikit. Itupun karyawan setempat harus bolak-balik Bandung – Jakarta untuk mendapatkan dana dimaksud.

Omzet GKS Bisa Tembus Rp10 Milyar, Sony: Agar Aset Tidur GPIB Produktif, Petakan Masalah dan Analisa

Ketua Majelis Jemaat GPIB Bethel Bandung, Pendeta Richard Agung Sutjahjono S.Th, M.Si menyatakan, sangat mengapresiasi melihat keberadaan GKS kini yang dulunya mangkrak seakan tak bertuan. GKS yang dulunya bagai sarang hantu, kini bersinar menghasilkan cuan yang tidak sedikit.

Ia berkisah, GKS sempat digunakan sebagai fasilitas Persidangan Sinode tahun 1995 dan pada 1996 digunakan sebagai ruang Persidangan Sinode Istimewa (PSI) yang saat itu mengamandeman Tata Gereja. ”Saya hadir di acara tahun 1995 dan acara tahun 1996 dalam kapasitas undangan yang saat itu saya studi Strata-2 di UKSW Salatiga Jawa Tengah,” kata Pendeta Richard.

Dalam perjalanan, katanya, riwayat GKS pasca Persidangan Sinode 1995 dan PSI 1996 dikelolah tidak professional, waktu itu belum ada BUMG, PT GPIB.

“Waktu saya mendapat penugasan di GPIB Sejahtera Bandung periode 2003-2008, saya mengurut dada, kasihan GKS ini hanya digunakan untuk event besar dikala itu setelah itu terbengkalai. Dan maaf kalau saya menggunakan istilah subjektif bahwa 2010 sebelum saya meninggalkan Kota bandung menuju Jakarta Barat karena saya harus berkarya layan GPIB Sion Jakarta Barat, GKS kalau menurut saya, istilah saya GKS cocok untuk tempat uji nyali, menjadi rumah hantu, menjadi  rumah setan. Jadi, orang lewat disitu, takut,” ungkapnya.

Rumah hantu itu kini menjadi sarana yang akomodatif untuk event besar karena fasilitas yang memadai ba’ hotel berbintang di Bandung yang membanggakan insan GPIB dan akan mengatakan ”Wah” saat melihat GKS kini.

‘Kiamat’ Baru Bagi Dunia

”Sangat mengagetkan saya ketika saya meninggalkan kota Bandung tahun 2010 dan kembali ke Bandung pada 2026 dengan penugasan di GPIB Bethel Bandung ini saya melihat dengan kasat mata, luar biasa, ada perubahan yang sangat signifikan,” tandas Pendeta Richard.

”Saya rasa (GKS Bandung) lebih bagus daripada Griya Bina Lawang Jawa Timur. Kalau GBL Jawa Timur disebut-sebut sekarang berubah menjadi seperti sebuah hotel, sungguh terkagum-kagum melihat GKS yang berlantai di bawah di atas bisa dikatakan ada situs-situs wisata untuk berselfie dan beristirahat itu sangat luar biasa.”

Pendeta Ricard juga menyarankan agar GKS terus ditangani profesional. Kalau sekarang sudah ”Go Daerah” dan viral bersama  14 jemaat di Mupel Jabar 1 kedepan harus “Go National” kalau perlu “Going international” dalam kebersamaan dengan BUMG atau PT GPIB.

“Orang akan candu melihat GKS kini yang telah mejadi menjadi sebuah sebuah core business sebagai upaya penggalangan dana secara sinodal dengan 14 jemaat yang ada di Mupel Jabar 1 yang mencintai GKS yang bisa “dijual” kepada daerah dan skala nasional tetapi bisa dipikirkan untuk kepentingan manca negara, itu idealisme saya,” tandas Pendeta Richard.

Mengapa tidak? Menurutnya, Sekesalam berada di wilayah yang punya potensi sebagai destinasi wisata kini terus berkembang.

Tok, Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK

Tak heran kalau tenant tertarik untuk menggunakan GKS sebagai tempat yang tepat untuk melaksanakan event-event skla besar, sebagaimana saat ini GKS telah dibooking oleh Sending Organization,  LPK Coop Indonesia, sebuah Lembaga Penyelenggara Pemamagangan ke Luar Negeri.

Pendeta Frans Parulian Silitonga menyatakan kebanggaannya atas kemjuan yang dicapai GKS kini, Menurutnya, apa yang telah dilakukan Pengurus GKS saat ini dalam mengelola sudah sangat bagus.

“Sudah baik sekali apa yang dilakukan Pengurus GKS dengan sentuhan profesional yang membuat aset GPIB semakin punya makna bagi jemaat-jemaat di Mupel Jabar 1 khususnya dan Sinode,” kata Pendeta Frans.

Ia sangat menyayangkan kalau ada yang bercerita lain tentang apa-apa yang sudah dicapai GKS selama ini yang sudah dikelola baik.

Hal senada dengan Pendeta Frans, Pendeta Meity B. Risamena-Simaela juga sangat mengapresiasi kemajuan yang dicapai Pengurus GKS dalam mengelola properti GPIB sehingga lebih baik dari sebelumnya.

“GKS dengan Kepeminpinan sekarang bagus sekali. Sangat dirasakan manfaatnya bagi warga jjemaat khususnya di Mupel Jabar 1. Sumbangsih GKS cukup memberi harapan bagi pelayanan yang ada,” imbuh Pendeta Meity.

PENGURUS GRIYA KRIDA SEKESALEM MASA BAKTI 2022 – 2027, Dikukuhkan Melalui SK Majelis Sinode GPIB tertanggal 03 April 2023

Ketua : Pnt. Yohanes Elias Salim, GPIB Maranatha Bandung
Bendahara: Dkn. Edison (Sony) Ferdinan Pallo, GPIB Bethel Bandung
Sekretaris: Pnt. Joyce Toleng, GPIB Silih Asih Bandung

Anggota :
Pnt. Budi Situmorang, GPIB Sejahtera Bandung 
Rogers Thomas, GPIB Maranatha Bandung

Ragam Berita





Marketplace GPIB: Dari Wacana Menuju Karya Nyata


Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Marketplace GPIB: Dari Wacana Menuju Karya Nyata

Exit mobile version