Jangan lagi terjebak dalam mati suri yang lambat laun berubah menjadi retorika tanpa daya. Saatnya bangkit demi kemajuan GPIB — Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat….
Jakarta, gpibwatch.id — Yang lama telah berlalu. Kini saatnya menatap ke depan dengan langkah yang lebih menguntungkan dan menggembirakan. Sebuah langkah elegan yang mampu membangkitkan gairah jemaat untuk terlibat aktif dalam gerakan pencarian dana yang lebih profesional. Artinya, melibatkan seluruh jemaat untuk bersama-sama menciptakan ruang usaha dan lapangan kerja yang saling menguntungkan. Homo homini socius — manusia adalah sahabat bagi sesamanya.
Jika Marketplace GPIB sebelumnya hanya sebatas wacana, bahkan terkesan “mati suri” dalam PKA 2025–2026, maka keadaan itu sejatinya masih bersifat reversible — masih dapat dihidupkan kembali. Belum sampai pada titik mati biologis yang irreversible. Dengan kemauan dan komitmen, gagasan itu dapat dibangkitkan kembali menjadi gerakan nyata.
Kini, dalam PKA 2026–2027 Majelis Sinode GPIB, Pasar Daring kembali digaungkan. Sebuah ikhtiar agar jemaat dapat berkarya dan berinvestasi dalam lingkungan serta wadahnya sendiri. Dana yang berputar tidak keluar, tetapi terpusat dan bertumbuh di dalam tubuh GPIB melalui lokapasar internal.
Dalam perjumpaan daring bersama Sekretaris Jenderal Akumindo (Asosiasi UMKM Indonesia), yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III Bidang Pengembangan Ekonomi Warga Jemaat, Penatua Edward RJ. Misero — atau yang akrab disapa Bung Edy Misero dari GPIB Jemaat “Ora et Labora” Banten, pada 19 Februari 2026 dalam dialog bersama John Paulus (GPIBWATCH) — disampaikan bahwa Majelis Sinode GPIB perlu menyetujui kerja sama dengan pihak ketiga.
Tidak ada pilihan lain (no choice), mengingat pembangunan marketplace membutuhkan investasi dana yang tidak kecil. Skema seperti BOT (Build, Operate, Transfer) sebagaimana diterapkan dalam tata kelola pemerintahan dapat menjadi model yang relevan bagi GPIB.
Kiranya marketplace yang selama ini hanya menjadi wacana benar-benar dapat diwujudkan. Tujuannya adalah kebaikan bersama — dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Jangan lagi terjebak dalam mati suri yang lambat laun berubah menjadi retorika tanpa daya. Saatnya bangkit demi kemaslahatan umat dan kemajuan GPIB, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. Bravo GPIB./JP
