….yang lalim dalam menjalankan agama adalah Tokoh Agama.
SURABAYA, gpibwatch.id – Jangan-jangan gereja, tanpa disadari, sebenarnya telah menjadi pengikut iblis yang terus mencobai Tuhan. Demikian disampaikan Pendeta GPIB, Domidoyo Ratupenu.
Penilaian itu didasarkan dengan gaya hidup tokoh-tokoh agama yang suka menjual nama Tuhan, hidup bergelimang kekayaan, harta benda mewah, jam tangan ratusan juta dan bahkan milyaran sementara hidup sebagian umatnya miskin.
Mengurai teks Alkitab dari Matius 4:1-11, Pendeta Domidoyo menyebutkan bahwa yang lalim dalam menjalankan agama adalah Tokoh Agama.
”Pada titik ini metafora Matius ini terasa daya tonjoknya. Lalu, dalam perspektif Matius ini, siapa yang sesungguhnya mencobai Allah? Jawabnya adalah para tokoh agama yang lalim pada saat itu!” tutur Pendeta Domidoyo.
Pengikut iblis pertama adalah para imam, tokoh-tokoh agama pada saat itu. Ini digambarkan penulis injil Matius dengan “Kota Suci” dan “bubungan Bait Allah”.
“Kita tahu Yerusalem dan bait Allahnya adalah tempat para tokoh agama menjalankan aktivitas ritualistiknya, sambil bersamaan dengan itu mengendalikan kekuasaan politik bait Allah lewat ajaran-ajaran moral yang seringkali sangat memberatkan umat. Justru merekalah yang sesungguhnya sering mencobai Allah. Mereka terbiasa memakai nama Allah untuk kepentingan politik mereka.”
Tujuan iblis hanya satu, apapun dan siapapun, selama segala sesuatu ada di bawah kolong langit ini mereka harus menyembahnya.
Kegilaan pada keinginan disembah ini membuat dia meragukan Yesus sebagai Anak Allah, dan jika pun benar Yesus adalah Anak Allah maka Yesus pun harus menyembahnya agar tidak ada yang bisa menyainginya.
Pada momen yang memang sudah tidak bisa lagi ditolerir ini, Yesus pun menunjukkan siapa yang berkuasa dan harus disembah, yaitu Allah sendiri. Yesus mengusir iblis dengan hardikan “enyahlah, iblis!”.
