PELAYANAN SINODAL
Home / PELAYANAN SINODAL / SERI REFLEKSI YESAYA (4): Dunia Adalah Milik Tuhan, Menghidupi Iman dalam Ruang Publik

SERI REFLEKSI YESAYA (4): Dunia Adalah Milik Tuhan, Menghidupi Iman dalam Ruang Publik

Dunia kehilangan makna sakralnya ketika manusia memisahkan antara apa yang dilakukan di gereja dengan apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari….

SURABAYA, gpibwatch.id – Pesan terbesar dari Yesaya adalah bahwa Tuhan tidak pernah memisahkan antara kehidupan rohani dan kehidupan sosial.

Bagi Tuhan, seluruh dunia adalah milik-Nya. Tidak ada ruang yang berada di luar perhatian Tuhan. Gereja, keluarga, tempat kerja, masyarakat, dan ruang publik semuanya berada dalam tanggung jawab manusia di hadapan Tuhan.

Karena itu, iman tidak boleh hanya terlihat dalam aktivitas ibadah, tetapi harus hadir dalam seluruh kehidupan.

Orang yang menyembah Tuhan dipanggil untuk menghadirkan karakter Tuhan: kasih, keadilan, kejujuran, dan kepedulian.

Giat Layan Membangun Jemaat Di Ranai (1): Dari Danlanud Hingga Bupati

Dunia kehilangan makna sakralnya ketika manusia memisahkan antara apa yang dilakukan di gereja dengan apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika seseorang menyembah Tuhan pada hari ibadah tetapi melakukan ketidakadilan dalam pekerjaan, bisnis, atau pelayanan, maka ada sesuatu yang tidak utuh dalam kehidupan imannya.

Yesaya mengajarkan bahwa Tuhan tidak hanya hadir di dalam bait, tetapi juga hadir di tengah kehidupan manusia.

Karena itu, panggilan orang percaya bukan hanya menjaga kesalehan pribadi, tetapi juga menghadirkan nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan bersama.

Dunia membutuhkan orang-orang yang bukan hanya pandai berbicara tentang Tuhan, tetapi menghadirkan kehendak Tuhan melalui tindakan nyata. Sebab iman yang sejati selalu menghasilkan perubahan. Dari mezbah menuju dunia, dari doa menuju tindakan, dari ibadah menuju keadilan.

SERI REFLEKSI YESAYA (3): Dari Mezbah ke Meja Korupsi: Ketika Ibadah Tidak Lagi Menghasilkan Keadilan

Pada akhirnya, Tuhan tidak bertanya seberapa banyak ritual yang telah kita lakukan, tetapi apakah kehidupan kita telah menjadi berkat bagi sesama.

Sebab ibadah yang sejati bukan hanya tentang bagaimana manusia datang kepada Tuhan, tetapi bagaimana manusia membawa kehadiran Tuhan kepada dunia.

Pdt. Domidoyo Ratupenu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *