H U K U M
Home / H U K U M / Kasus Hukum Pendeta GPIB, Ada yang Intervensi Penyidik Di Kaltara?

Kasus Hukum Pendeta GPIB, Ada yang Intervensi Penyidik Di Kaltara?

Pendeta E bser tidak pernah melontarkan pengakuan bahwa ia melakukan perbuatan pelecehan. Yang benar adalah Pendeta Ebser ke Bulungan karena tugas dari Mejelis Sinode untuk menemui Pendeta Novia karena persoalan KDRT yang dialaminya.

JAKARTA, gpibwatch.id – Sumber gpibwatch.id sangat menyayangkan proses hukum Pendeta Novia dan Pendeta Ebser yang ditangani Penyidik Kepolisian Kaltara diduga di intervensi.

Dugaan intervensi itu, kata sumber tadi, dilakukan oleh sosok yang tak asing lagi dilingkup Majelis Sinode, Alex Mandalika dan Prastopo telah mendatangi penyidik di Kepolisian di Kaltara, baru-baru ini.

Bahkan, ada kabar edar bahwa mantan Ketua Umum MS Pdt. Paulus K Rumambi diduga juga melakukan intervensi terhadap persoalan yang dihadapi Pendeta Ebser. Dugaan intervensi tersebut meminta KMJ GPIB Filadelfia Bintaro Pendeta Simon Rap Rap agar melakukan pendekatan ke Pengacara Ria Salomo agar mengundurkan diri menjadi Pengacara Pendeta Ebser.

Lanjut kata sumber tadi, diduga Alex Mandalika dan Prastopo telah meminta penyidik untuk sesegera mungkin melakukan proses hukum kepada Pendeta Ebser termasuk melakukan penahanan karena Pendeta Ebser telah mengakui adanya perbuatan pelecehan.

SERI REFLEKSI YESAYA (2) : Ketika Mezbah Tidak Lagi Berbicara tentang Keadilan

Atas, tuduhan bahwa Pendeta Ebser telah mengakui perbuatannya dibantah oleh sumber tadi dan beberapa pendeta serta orang dekat Pendeta Ebser.

Hingga hari ini, Pendeta Ebser tidak pernah melontarkan pengakuan bahwa ia melakukan perbuatan pelecehan. Yang benar adalah Pendeta Ebser ke Bulungan karena tugas dari Mejelis Sinode untuk menemui Pendeta Novia karena persoalan KDRT yang dialaminya.

Dikatakan, dalam suatu pertemuan di MS Pendeta Ebser mengaku berjumpa dengan Pendeta Novia karena tugas dari MS, bukan mengakui bahwa ia telah melakukan perbuatan pelecehan.

”Tidak benar itu, itu framing yang dibuat untuk melengserkan Pendeta Ebser dari posisi Sekretaris Umum. Saya tahu kok ada yang ambisi ingin memasukkan orang dekatnya ke posisi Sekum,” tutur salah seorang pendeta dalam pertemuan WhatsApp Call baru-baru ini.

Atas dugaan intervensi ke Penyidik di Kaltara, gpibwatch.id melakukan konfirmasi via WhatsApp kepada Alex Mandalika. Ada tiga pertanyaan yang disampaikan gpibwatch.id yakni soal intervensi ke Penyidik di Kaltara, kenapa persoalan ini berlarut-larut dan kasus Gereja Cawang (Taman Harapan) hingga kasus Novia di Kaltara.

SERI REFLEKSI YESAYA (1): “Dari Budak Menjadi Bangsa Merdeka: Pembebasan Tuhan dan Panggilan untuk Mengingat”

Menyikapi pertanyaan tersebut, Alex Mandalika melakukan kontak ke gpibwatch.id berharap tidak perlu ada pemberitaan di gpibwatch.id.

Soal intervensi yang dimaksud, Alex Mandalika balik bertanya kepada gpibwatch.id: “Tahu dari mana, siapa yang bilang,” tuturnya dengan nada meninggi.

Lanjut kata sumber tadi, kedatangan Alex Mandlika ke Kaltara tidak sendiri, ia datang bersama Ketua Yayasan Hukum Apolos, Prastopo. Tujuan sama, meminta penyidik segera melakukan proses hukum kepada Pendeta Ebser.

Kepada Ketua Yahum Apolos, Prastopo, gpibwatch.id menanyakan beberapa hal soal proses hukum Pendeta Novia dan Pendeta Ebser. Sayangnya hingga berita ini tayang tidak ada jawaban dari yang bersangkutan.

Seorang pendeta lainnya menyoroti kinarja MS dalam menangani persoalan Pendeta Novia dan Pendeta Ebser. “Ini ‘kan persoalan internal pendeta GPIB seeharusnya diselesaikan kedalam bukan diumbar keluar  yang pada akhirnya blunder,” tutur pendeta tersebut.

Di Persimpangan Identitas (3): GPIB Menuju Masa Depan

Menurutnya, mengutip apa yang pernah disampaikan pendeta senior GPIB, apa yang dilakukan MS terhadap Pendeta Ebser adalah sebuah keteledoran yang tidak manusiawi. Hak-hak yang didapat Pendeta Ebser selama menjabat Sekum dipangkas habis.

Menurut sang istri, Desi Tanod, sejak SK penonaktifan diterbitkan Pendeta Ebser hanya menerima 30 persen hak-hak didapatinya dan sebanyak 70 persen dipangkas. /fsp

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *