“Saya harap MS berani menggelar PSI agar ada kepastian yang dirasakan jemaat”
JAKARTA, gpibwatch.id – Persoalan yang dialami Pendeta Ebser M. Lalenoh Sekretaris Umum non aktif terus berkelindan begitu rupa yang tampaknya berkembang menjadi liar dengan adanya teror terhadap rekan Pendeta Ebser, inisial Ir yang setia mendampingi dalam proses hukum.
Teror datang dari seseorang berinisial N meminta kepada Ir untuk tidak ikut campur dalam proses hukum Pendeta Ebser. Teror terdata atas kepemilikan No Hp 08784xxxxxxx yang setelah ditelusuri beralamat Menteng Timur 1 Jakarta Pusat pemiliknya atas nama N.
“Saya minta anda untuk tidak ikut campur dalam urusan Pendeta Ebser,” kata N kepada Ir, sosok yang setia mendampingi Pendeta Ebser dalam penyelesaian proses hukum persoalan yang dihadapi Pendeta Ebser.
Peristiwa teror tersebut terjadi pada selasa (15/9/2026) dimana N meminta Ir untuk tidak ikut campur dalam persoalan Pendeta Ebser di Polsek Bulungan, Kaltara.
Menyikapi teror tersebut seorang PHMJ jemaat Kota Bandung melakukan kontak GPIB Watch menyayang sikap Majelis Sinode (MS) yang dinilai terlalu lama membiarkan persoalan berkelindan tanpa arah?
Menurutnya, MS sepertinya kehilangan kendali menyelesaikan persoalan pendetanya sehingga melebar kemana-mana dan berakibat teror yang dilakukan seseorang berinitial N terhadap Ir mitra Pendeta Ebser agar tidak ikut campur dalam persoalan hukum tersebut.
Kegalauan MS tersebut kata seorang Pendeta dapat dilihat dari penerbitan Surat Penggembalaan Nomor : 2394/IX-26/MS.XXII, 17 September 2026 yang intinya MS mengakui kondisi persekutuan jemaat sedang tidak baik-baik saja akibat persoalan-persoalan yang ada.
Bunyi Surat Penggembalaan tersebut MS memahami bahwa dalam keadaan seperti ini, muncul kegelisahan, pertanyaan, bahkan keprihatinan di antara para presbiter dan warga jemaat dan terus berupaya menjalankan tanggung jawab pelayanan dengan tetap mengedepankan kesehatian dan bekerja bersama semua pihak terkait untuk mendatangkan kebaikan bagi kehidupan Gereja.
“Kami menyadari bahwa setiap situasi yang sedang dihadapi membutuhkan proses, ketenangan, kebijaksanaan, serta kesediaan untuk mendengarkan dan menghormati berbagai pihak,” ungkap Surat Penggembalaan tersebut.
Lagi kata PHMJ Kota Bandung, agar tidak berlarut-larut dalam penyelesaian persoalan Pendeta-pendeta di GPIB ia menyarankan sesegera mungkin dilakukan Persidangan Sinode Istimewa (PSI). Ini perlu agar warga jemaat melihat kepastian dalam penyelesaian kasus-kasus yang ada. “Saya harap MS berani menggelar PSI agar ada kepastian yang dirasakan jemaat,” tuturnya. /fsp

Comment