Misi ini merupakan bagian dari panggilan pelayanan dan kesaksian, di mana setiap orang diberikan talenta dan berkat untuk dapat saling menolong, dan saling memperhatikan….
JAKARTA, gpibwatch.id — Kepedulian terhadap kesehatan mata dan semangat kemanusiaan diwujudkan melalui “Charity Run for Cataract 2026”, sebuah kegiatan lari amal yang mengajak masyarakat untuk berolahraga sekaligus mengambil bagian dalam upaya membantu mereka yang membutuhkan pemulihan penglihatan akibat katarak.
Mengusung semangat “Berlari untuk membantu memulihkan penglihatan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan kebersamaan, tetapi juga menjadi wadah kepedulian sosial terhadap persoalan kesehatan mata yang masih dihadapi banyak masyarakat Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja dan Anggaran MS GPIB XXII Tahun 2026/2027 yang dilaksanakan oleh Departemen Pembangunan Ekonomi Gereja Bidang Daya dan Dana. Untuk pertama kalinya, Departemen Pembangunan Ekonomi Gereja Bidang Daya dan Dana menginisiasi kegiatan charity sebagai aksi kemanusiaan untuk membantu mereka yang membutuhkan dukungan dalam memulihkan penglihatan.
Misi ini merupakan bagian dari panggilan pelayanan dan kesaksian, di mana setiap orang diberikan talenta dan berkat untuk dapat saling membantu, saling menolong, dan saling memperhatikan.
Melalui semangat kasih dan kepedulian, pelayanan ini hadir tanpa mengenal sekat maupun batas, menyatukan setiap pribadi dalam satu kesatuan untuk menghadirkan kebaikan dan kemuliaan nama Tuhan. Soli Deo Gloria.
Katarak Masih Menjadi Tantangan
Urgensi kegiatan ini semakin terlihat dari masih tingginya persoalan katarak di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada April 2026, sekitar 600 ribu hingga 650 ribu warga Indonesia mengalami kebutaan akibat katarak. Katarak juga masih menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk berusia di atas 50 tahun, dengan proporsi mencapai 81,2 persen.
Hasil skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) turut menunjukkan besarnya persoalan kesehatan mata. Dari 23,35 juta orang yang menjalani pemeriksaan, sekitar 2,95 juta orang teridentifikasi mengalami gangguan mata. Pemerintah terus memperkuat upaya skrining dan layanan kesehatan mata sebagai bagian dari penanganan gangguan penglihatan di Indonesia.
Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan katarak membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Melalui Charity Run for Cataract 2026, setiap langkah peserta diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian nyata bagi mereka yang membutuhkan kesempatan untuk melihat kembali dengan lebih baik.
Lari dan Berjalan untuk Kemanusiaan
Charity Run for Cataract 2026 akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 November 2026, bertempat di Plaza Barat, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Peserta dapat mengikuti kategori 5K Run + Individual Fun Walk 2K dengan biaya pendaftaran Rp.200.000 per orang. Selain itu, tersedia kategori 2K Group Fun Walk dengan biaya Rp.50.000 per orang, dengan ketentuan minimal 10 peserta dan maksimal 20 peserta dalam satu kelompok.
Peserta akan memperoleh berbagai fasilitas, seperti race jersey, bib number, finisher medal, dan refreshment. Kegiatan juga akan dimeriahkan dengan Line Dance Competition serta penghargaan Best Group Costume, sehingga acara ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus aksi sosial yang dapat diikuti berbagai kalangan.
Pendaftaran dibuka hingga 30 Oktober 2026, sementara pengambilan race pack dijadwalkan pada Kamis, 12 November 2026, di Wisma GPIB, Jakarta Pusat.
Melalui kegiatan ini, semangat hidup sehat dipertemukan dengan kepedulian terhadap sesama. Setiap langkah bukan sekadar menuju garis finis, tetapi menjadi langkah pelayanan dan kasih untuk membantu mereka kembali melihat dunia dengan lebih jelas.
Charity Run for Cataract 2026 diselenggarakan oleh Departemen Pembangunan Ekonomi Gereja Bidang Daya dan Dana bekerja sama dengan YAPENDIK./ JP

Comment