JAKARTA, gpibwatch.id – Ada yang mengatakan tidak mudah mendidik generasi muda di era digital saat ini. Tapi bagi, seorang Frans S. Pong, Pelaksana Redaksi GPIB Watch adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi.
“Saya pribadi, digitalisasi saat ini adalah peluang sekaligus tantangan bagi generasi babyboomers. Digitalisasi itu kemudahan yang dihadirkan Tuhan bukan sesuatu yang tabu,” ungkap Frans kepada GPIB Watch.

Menurutnya, digitalisasi dengan segala kemudahannya seharusnya menjadi kemudahan juga bagi orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Kemudahan dalam arti bisa semakin intens berkomunikasi walau dalam jarak yang jauh.
Namun, kata Frans, pertemuan face to face sangat penting dilakukan, ada interaksi langsung, pronomina persona, ada percakapan muka dengan muka, semisal, makan bersama di meja makan keluarga, atau rekreasi sekeluarga dan berbicara apa adanya dari hati ke hati antara bapak ibu dan anak-anak, atau bermain bersama-sama. Semua itu menjadi bagian bagaimana orangtua melakukan edukasi pembentukan mental anak dan membangun karakter.
”Saya senang sekaligus bangga melihat tokoh-tokoh Toraja seperti Jonathan Limbong Para’pak mantan Sekjen Deparpostel peduli dan mempersiapkan generasi muda Toraja,” kata Frans menyikapi pembinaan langsung tokoh-tokoh Toraja kepada kontingen Pramuka Jambore Nasional asal Toraja di Jakarta, (20/8/2026).
Kontingen Tana Toraja yang ikut Jambore Nasional sebanyak 60 peserta dan 50 peserta dari Toraja Utara didampingi 30 Peninjau dan Pembina. Peserta Jambore Toraja itu merupakan pelajar SMP berusia 11 hingga 15 tahun.
Catatan GPIB Watch mengutip EmitenUpdate.com, selain Jonathan Para’pak, tokoh-tokoh asal Toraja hadir Ronny Tulak, Andi Arvi, Bobby Sangka, Ferry Latanna, Alfred Tanduk Palembangan, dan Pieter Sampetoding.
Lebih jauh kata Frans mengutip apa yang disampaiakan Pieter Sampetoding, Ketua Kerukunan Sangtikalan se-Jabodetabek, apa yang dilakukan di Cibubur tersebut adalah bentuk perhatian untuk mempersiapkan generasi muda Toraja yang bisa diaandalkan dimasa mendatang sebagai penerus bangsa.
Yang pasti kata Frans, semua yang dilakukan tokoh-tokoh Toraja terhadap anak-anak muda merupakan perhatian yang dalam untuk memotivasi anak-anak muda Toraja menghadapi disrupsi digital menyongsong tahun emas 2045.
”Itu harapan saya. Harapan anak-anak muda kita disiapkan dengan baik, membekalinya dengan berbagai kesiapan ditengah tantangan kedepan yang tidak mudah,” imbuhnya. /tat
