Banyak orang tampak sebagai rohaniawan, omongannya di awan-awan tapi perilakunya tidak karuan.
JAKARTA, gpibwatch.id – Sebuah video di laman facebook dan youtube cukup telak mengatakan bahwa “Tahun 2027 Agama Bubar? Wah, pernyataan yang cukup mengejutkan bagi umat beragama.
Video yang dilansir ke publik oleh Mas Anno disebut sebagai pandangan anti mainstream dari Abah Setu di channel Ngaji Roso. Disana disampaikan bahwa agama hanyalah rekayasa manusia dan fikih itu sekadar budaya Arab. Benarkah?
Atas pernyataan Abah itu, netizen berkomentar sepaha dengan apa yang disampaikan Abah Setu. Seperti yang disampaikan Andi Bahar, bisa saja di 2027 agama bubar.
“Bisa saja karena memang bukan agama yang menyelamatkan manusia, tapi yang menyelamatkan manusia bergantung kepada hati yang benar dan perbuatan manusia itu sendiri,” kata Andi Bahar.
Sementara pendapat Pho Teu Meurohom, yang bubar bangsa dan negara, semua akan kembali ke agama dan suku-sukunya. Netizen Lukas Irawan mengatakan, Allah tidak menyelamatkan Agama. Kadek Surya bebrpendapat, semoga tak ada agama supaya dunia ini damai.
Pendapat Ketut Donder soal agama bubar, ada betulnya karena orang semakin banyak melihat paradoks: Tampak banyak orang semakin relijius perilakuknya makin ambisius.
Banyak orang tampak sebagai rohaniawan, omongannya di awan-awan tapi perilakunya tidak karuan. Menurutnya, agama yang memecah belah akan ditinggalkan, jika agama itu mengajarkan kebenaran universal yang mengakui dan menerima apapun kepercayaan dan betapapun level kesadaran ketuhanannya.
Pendapat Wawan Darmawan T Darmawan cukup tegas dan keras. “Agama sebaiknya bubar karena banyak modoratnya manfaatnya sedikit,” tandasnya.
Sementara kata Edy Harto: “Tahun 2027 agama tidak mungkin bubar, berkurang penganutnya saya yakin.”
Agama, kata Heru Hendro, hanyalah sumber konflik saja dan buang-buang energi bagi Pendidikan anak karena harus menghafalkan Bahasa dan huruf Arab saja daripada menghafal rumus-ruus keilmuan nyata.
Catatan GPIB Watch, Belanda yang merupakan akar GPIB mayoritas penduduk di Belanda saat ini tidak berafiliasi dengan agama atau Gereja apa pun alias sekuler tidak beragama sekitar 56%, Katolik Roma sekitar 18% dan Protestan sekitar 13-14%, Islam 5% – 6% dan agama lainnya Hindu, Buddha, Yahudi, dan kelompok kepercayaan lain sekitar 6% – 7%.
Melihat tingginya angka 56% orang-orang Belanda yang memilih ateis harusnya menjadi perhatian gereja. Bisa jadi apa yang dialami Belanda terjadi di Indonesia kalau gereja hanya fokus pada pembangunan fisik semata ditambah penolakan-penolakan kehadiran gereja. /fsp
