Jika ingin merasakan NERAKA, sering-seringlah EGOIS, fokuslah kepada kepentingan sendiri, sehingga frustasi, amarah dan kebutaan mata hati akan menguasai dirimu,,,
Jakarta, gpibwatch.id – Kebahagiaan sejati lahir dari empati, berbagi dan kerjasama, bukan dari keserakahan atau kepentingan pribadi.
Melalui cerita Kisah Sumpit Panjang yang disajikan, mengajak kita merenungkan hal sederhana namun penting, kita bisa belajar bahwa surga dan neraka tidak selalu soal tempat, tetapi soal sikap hati, kisah ini menginspirasi kita untuk saling memberi, bekerja sama, dan menemukan kebahagiaan dalam tindakan kecil sehari-hari.
Narasi dokter Kasan Susilo lewat medsos, tentang cerita perumpamaan klasik dari Tiongkok yang sarat makna, yang juga menjadi pengingat untuk kita renungkan bersama, mengenai Kisah Sumpit Panjang.
Narasi tersebut menceritakan tentang seorang pria yang akan segera meninggal, Dia ingin sekali tahu seperti apa Neraka dan Surga itu, lalu dia mengunjungi seorang tua bijak di desanya dan memohon petunjuk tentang seperti apa NERAKA dan SURGA.
Orang bijak itu mengajaknya ke sebuah rumah makan unik yang ada di desanya, rumah makan itu menyediakan semua masakan lezat dengan gratis dengan syarat hanya boleh makan di meja khusus dengan peralatan khusus.
Meja khusus itu adalah meja yang berukuran besar, dengan segala makanan enak terhidang diatasnya dan sepasang sumpit dengan ukuran sepanjang hampir 1 (satu) meter untuk mengambil makanan yang berada ditengah meja makan besar itu.
Pria itu melihat beberapa orang yang lapar (rakus karena makanan itu gratis) mencoba mengambil makanan sebanyak-banyaknya, namun mereka kesulitan saat akan menyuapkan ke mulutnya masing-masing, dengan menggunakan sumpit panjang itu.
Karena emosi, setiap orang yang berada dimeja itu mengeluarkan sumpah serapah dan makian sehingga ramailah ruang makan itu dengan segala macam hujatan, bahkan tak jarang mereka ada yang berkelahi satu dengan yang lain dan pria itu berkata, aku sudah mengerti seperti apa neraka itu, sekarang tunjukan kepadaku seperti apa itu surga.
Lantas orang bijak itu mengajaknya ke ruang yang lain, dengan kondisi yang sama dengan yang sebelumnya, meja besar dan tentu sumpit yang sama panjangnya.
Namun, begitu masuk pria itu melihat semua orang yang sedang duduk makan terlihat bahagia, tertawa dan bercanda, tidak terdengar sedikitpun makian dan sumpah serapah seperti diruang sebelumnya. Dan bertanya, mengapa disini semua orang bahagia, padahal mereka mendapatkan Sumpit nya sama panjang dengan ruang yang lain? mereka bisa makan dengan tenang dan kenyang tidak seperti ruangan yang sebelumnya.
Pria itu melihat mereka yang duduk di meja besar itu saling menyuapkan makanan dari yang satu kepada yang lain dengan sumpit yang panjang itu, saling memberi makan satu dengan yang lain, tidak terlihat sedikitpun rebutan makanan yang dihidangkan.
Akhirnya orang bijak itu lalu menyampaikan pesan yang langsung menyentuh hati, jika kamu ingin merasakan surga di bumi, berusahalah membantu mereka yang kekurangan dan membutuhkan, karena SURGA itu sederhana, SYARATNYA HANYA BERBAGI dan MELAYANI.
Dan jika ingin merasakan NERAKA di bumi, sering-seringlah EGOIS dan tidak mau berbagi, fokuslah kepada kesenangan dan kepentingan sendiri, sehingga frustasi, amarah dan kebutaan mata hati akan menguasai dirimu. ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP

