Opini PELAYANAN SINODAL
Home / PELAYANAN SINODAL / LEMBAGA GEREJA TIDAK BOLEH RUNTUH

LEMBAGA GEREJA TIDAK BOLEH RUNTUH

Lembaga gereja jangan terlalu kaku, tertutup terhadap dialog dan dialektika. Jangan menghindar hanya karena kritik itu membuat telinga panas dan hati terusik….

Jakarta, gpibwartch.id – Lembaga gereja tidak boleh runtuh hanya karena permasalahan etika dan moral yang dilakukan oleh sebagian orang. Sebaliknya, kita harus tetap bangun dan bangkit dalam gelora semangat, terus menaburkan benih-benih kasih dalam pelayanan, benih kedamaian, serta persaudaraan yang rukun, sehingga berkat Tuhan terus tercurah dan kepercayaan yang mulai memudar dapat dibangun kembali.

Para pelayan di setiap jemaat dan juga seluruh warga jemaat, marilah tetap mendukung lembaga sinodal. Curahkan seluruh daya, dana, waktu, talenta, dan pikiran yang Tuhan telah anugerahkan. Jangan pasif, jangan menghindar, jangan hanya memilih berada di zona nyaman, dan jangan bersikap egois.

Marilah membuka diri, berjalan bersama, serta bergandengan tangan, karena saat ini lembaga gereja membutuhkan saudara-saudari. Jika kita semua memilih menghindar, pertanyaannya, siapa yang akan membangun lembaga ini?

Lembaga ini tidak membutuhkan orang-orang yang hanya pandai berbicara, tetapi membutuhkan mereka yang mau datang, mau melihat, mau bekerja sama, dan terlibat langsung. Berikanlah masukan yang cemerlang dengan hati yang tulus, nalar yang sehat, dan semangat membangun, sehingga tercipta tata kelola yang semakin baik serta menjadi proteksi apabila di kemudian hari muncul kembali peristiwa yang tidak kita kehendaki.

PARKIR DAN PENGGEMBALAAN KHUSUS: TOGA BUKAN ROMPI ANTIPELURU

Di sisi lain, lembaga gereja juga jangan terlalu kaku atau tertutup terhadap dialog dan dialektika. Sebaliknya, marilah bersedia menerima setiap masukan dan saran demi kemajuan bersama. Jangan menghindar hanya karena kritik itu membuat telinga panas dan hati terusik.

Selama disampaikan dengan itikad baik dan bertujuan membangun, kritik merupakan bagian dari proses pendewasaan lembaga menuju perjalanan seratus tahun gereja. Marilah kita meninggalkan warisan yang bermartabat dan elegan bagi generasi penerus.

Saatnya melakukan introspeksi diri. Marilah menata hari esok yang lebih baik dengan penuh harapan dan optimisme, serta membentengi diri dari setiap godaan yang dapat menghancurkan organisasi, lembaga, bahkan keharmonisan dalam rumah tangga.

Saatnya bangkit dan tidak terus menoleh ke belakang. Jadikan setiap peristiwa yang telah dialami sebagai pembelajaran untuk melangkah lebih bijaksana, memperkuat integritas, serta memperbarui komitmen dalam melayani Tuhan dan sesama.

Laus Deo – JP

SANG KETOK MAGIC DALAM PELAYANAN: Ketika Kewenangan Mengalahkan Musyawarah