Ide-ide brilliant pernah digagas Pnt. Semuel Uruilal, GPIB Maranatha Denpasar untuk memberdayakan lahan tidur GPIB dengan melibatkan konglomerat Mayapada Group.
DITUNGGU manuver Ketua 4 MS GPIB Pnt. Luwy Lenufna ditengah penurunan pemasukan persepuluhan dari Jemaat.
Kalau hanya sekadar menyampaikan agar jemaat semakin intens memberi persepuluhan itu biasa saja, MS XXI juga sering melakukan itu. Kalau hanya sekadar melakukan koreksi terhadap operasional MS itu juga biasa.
Yang O.k. kalau berani berspekulasi mendatangkan investor seperti melalui kerjasama-kerjasama konkrit dengan Pengusaha atau institusi besar yang sekiranya tertarik melakukan investasi di GPIB.
Pdt. Johny A. Lontoh pernah melakukan itu dan sukses mendatangkan investor membangun GPIB Maduma Medan senilai Rp 12 milyar, dan di GPIB Paulus Jakarta mendatangkan konglomerat investasi Rp87 milyar pembelian Gedung sebelah gereja.
Artinya ditataran jemaat seorang Pendeta bisa melakukan sesuatu yang signifikan, tentunya ditataran yang lebih tinggi MS GPIB harusnya lebih bisa melakukan sesuatu yang lebih besar. Kenapa tidak?
Yang pasti warga GPIB, jemaat pada umumnya mengharapkan ada gebrakan yang berarti dari tubuh MS GPIB untuk membawa perubahan. Slogan-slogan gereja yang “Membawa Damai Sejahtera” benar-benar diwujudkan, bukan jemaat yang menyejahterakan MS Sinode.
Ide-ide brilliant pernah digagas Pnt. Semuel Uruilal, GPIB Maranatha Denpasar untuk memberdayakan lahan tidur GPIB dengan melibatkan konglomerat Mayapada Group. Ayo, Pak Luwy ditunggu manuvernya,…..

