Marturia
Home / Marturia / HOPE, LOVE, JOY, PEACE dalam Iman Kristen

HOPE, LOVE, JOY, PEACE dalam Iman Kristen

Hati yang berharap, tangan yang mengasihi, wajah yang bersukacita, dan langkah yang membawa damai…

Jakarta, gpibwatch.id – Dalam ajaran iman Kristen, Hope (Pengharapan), Love (Kasih), Joy (Sukacita), dan Peace (Damai Sejahtera) bukan sekadar kata-kata indah—mereka adalah empat pilar rohani yang menopang kehidupan orang percaya dan membentuk wajah Kekristenan di dunia.

1. HOPE – Pengharapan Kristen bukan optimisme kosong, melainkan keyakinan teologis yang berakar pada peristiwa kebangkitan Kristus dan janji keselamatan Allah. Pengharapan ini bukan melarikan diri dari realitas, tetapi kekuatan untuk menembus realitas, sebab Roh Kudus meneguhkan bahwa akhir cerita hidup orang percaya bukanlah kekalahan, melainkan kehidupan kekal (Roma 5:5). Di tengah penderitaan, pengharapan menjadi jangkar yang menahan kita agar tidak karam.

2. LOVE – Kasih adalah hakikat Allah sendiri (1 Yohanes 4:8) dan inti dari segala perintah. Kasih ini bukan emosi sentimental, melainkan tindakan nyata—kasih yang mengampuni, merangkul, dan memulihkan. Kasih adalah puncak dari kebajikan teologis: iman menerangi, pengharapan menguatkan, tetapi kasih menyempurnakan (1 Korintus 13:13). Di dalam kasih, manusia menemukan martabat sebagai gambar dan rupa Allah, serta panggilan untuk menghadirkan kerajaan-Nya di bumi.

3. JOY – Sukacita Kristen bukan hasil kondisi ideal, tetapi buah dari pengenalan akan Allah. Sukacita lahir ketika seseorang menyadari bahwa hidupnya berada dalam tangan yang penuh kasih, bahkan ketika badai belum reda. Itulah sebabnya sukacita tidak dapat dirampas oleh situasi—ia adalah resonansi iman, suara lembut Roh Kudus yang mengatakan: Tuhan itu setia (Nehemia 8:10; Galatia 5:22).

PST Jakarta Harus Tegas, Kasus Keuangan FMS XXI Harus Ada Sanksi

4. PEACE – Damai sejahtera bukan sekadar tidak adanya konflik, tetapi shalom—keutuhan hidup yang dipulihkan. Kristus adalah damai kita (Efesus 2:14). Melalui pengampunan dan karya salib-Nya, kita diperdamaikan dengan Allah, yang melahirkan kedamaian dalam diri dan memancar kepada sesama. Damai sejahtera adalah anugerah yang membuat kita tetap tegak, bahkan ketika dunia terguncang.

Kesatuan Empat Pilar, Keempatnya bukan empat jalan yang berbeda, melainkan satu aliran anugerah: Pengharapan memandang janji Allah, Kasih menjadikan janji itu nyata dalam tindakan, Sukacita menjadi respons hati yang mengenal karya Allah, Damai sejahtera menjadi keadaan batin orang yang hidup dalam kasih dan pengharapan.

Mereka membentuk ritme rohani kehidupan Kristen: Hati yang berharap, tangan yang mengasihi, wajah yang bersukacita, dan langkah yang membawa damai. Disadur dari WA dan diperkaya dengan pemahaman teologis. ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat


Exit mobile version