Kita semua merindukan agar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tercipta damai yang sejati, serta tumbuh kasih di antara seluruh anak bangsa…
Jakarta, gpibwatch.id — Ada banyak hal yang datang dari luar diri kita—bahkan dari pikiran dan perasaan kita sendiri—yang perlahan membuat kita kehilangan damai. Karena itu, Natal Tuhan Yesus menggenapi dan mewujudkan apa yang secara hakiki dibutuhkan setiap orang: pengharapan, kasih, sukacita, dan damai sejahtera.
Melalui peristiwa Natal, kita diingatkan bahwa damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal itu turun ke bumi, di tengah manusia yang berkenan kepada-Nya. Damai itu bukan sekadar perasaan, melainkan anugerah yang hadir nyata dan bekerja dalam kehidupan manusia.
Di sisi lain, kita semua merindukan agar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tercipta damai yang sejati, serta tumbuh kasih di antara seluruh anak bangsa. Pengalaman-pengalaman pahit yang telah kita lalui tidak perlu terus diingat dan dipelihara, sebab hal itu justru dapat menjadi hambatan bagi cita-cita bersama menuju Indonesia Emas 2045—Indonesia yang adil, bermartabat, dan sejahtera.
Karena itu, marilah kita terus menjunjung tinggi kedamaian dengan saling menghormati dan menyayangi satu sama lain, sebagaimana Tuhan Yesus telah mengajarkan untuk saling mengasihi dan menolong sesama tanpa memandang latar belakang dan perbedaan.
Kiranya semangat Natal meneguhkan langkah bangsa Indonesia untuk terus berjuang menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya, dalam damai, kasih, dan keadilan bagi semua. ewako-mappoke@gpibwatch.id /ER/JP
