EDITORIAL
Home / EDITORIAL / Kasus Gereja Bantul akan Terus Berulang, Penegakan Hukum Lemah

Kasus Gereja Bantul akan Terus Berulang, Penegakan Hukum Lemah

APA iya? Agama bisa menghantar kita ke surga dan juga bisa membawa kita ke Neraka.

Kalau begitu tidak usah saja beragama. Artinya, tidak masuk surga tapi juga tidak masuk neraka. Nah,…masuk ke mana tuh? Monggo, ahli agama yang kasih pencerahan.

Kasus pelarangan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul pada Minggu 24/05/2026 menjadi bukti nyata masih suburnya gaya hidup intoleran. Itukah gaya hidup orang beragama, yang katanya pemilik surga.

Empati Ketua GKS Yohanes Salim Peduli Lingkungan Sekitar, Membangun Saluran Air

Beragama kok ribut melulu? Jangan-jangan benar juga apa yang disampaikan ex Wapres Jusuf Kalla bahwa kekerasan sah-sah saja dalam membela agama. Buktinya, kekerasan masih terus terjadi atas nama agama. Heheheeeee…..orang-orang ateis tertawa neh lihat yang beragama ribut melulu. Mending ateis saja?

Ngapain beragama tapi kelakuan tidak agamis. Teriak-teriak paling benar tapi kelakuan anarkis, Hukum Negara tidak diindahkan, wibawa penegak hukum mandul, Negara diam?

Kasus-kasus intoleran masih terjadi, bukti tidak meresapnya kesepahaman warga negara dalam hidup bermasyarakat berdasarkan Pancasila. Rajin beribadah, penampilan ala malaikat suci, tapi tingkah premanisme.

Warung Kopi Sebagai Ruang Sosial Urban

Gaya hidup tokoh agama harus menjadi teladan baik itu Islam, Kristen, Hindu atau Buddha. Sayangnya, kita masih sering melihat gaya hidup borjuis, materilistik, dan hedonis dari orang yang kita tokohkan, sementara sebagian umat dalam kesulitan hidup.

Kasus-kasus intoleran pelarangan ibadah umat kristiani dan pelarangan pendirian gereja bakal terus terjadi ditempat lain karena lemahnya penegakan hukum dan pencerahan dari tokoh agama kepada umatnya.

Ada apa di negeri yang katanya, agamis dan toleran ini? Di mana yang salah? Kalau pakai logika Komando, selalu yang diatas yang bertanggung jawab. Artinya, tokoh-tokoh agama sangat penting menyuarakan kebenaran yang sesungguhnya dibarengi penegakan hukum sebagai efek jera.

Mupel Jabar 1 Sumbang Komputer ke STIKES Griya Husada

Salam Indonesia, Rumah Kita Bersama.