Opini
Home / Opini / Pertarungan Sengit Almamater, Jakarta vs Makassar: Berebut Posisi Sekum MS GPIB-XXII

Pertarungan Sengit Almamater, Jakarta vs Makassar: Berebut Posisi Sekum MS GPIB-XXII

Apakah pertarungan ini akan berjalan dalam semangat panggilan pelayanan? Atau akan muncul taktik-taktik halus di balik layar?

Makassar, gpibwatch.id – Dalam liga super tanah air, pertemuan Persija Jakarta melawan PSM Makassar selalu ditunggu-tunggu. Apalagi jika pertandingan digelar di kandang Makassar—suasana menjadi bergemuruh, tensi meninggi, dan gengsi dipertaruhkan. Tak peduli siapa menang, siapa kalah, laga ini selalu menyimpan makna tersendiri bagi dua kesebelasan yang sudah menjadi barometer persepakbolaan nasional.

Begitu pula pesta suksesi Majelis Sinode GPIB ke-XXII. Khususnya pada posisi Sekretaris Umum, jabatan strategis yang mengatur denyut administrasi pelayanan. Sekum adalah poros koordinasi, penentu ritme birokrasi sinode, dan sering kali menjadi penentu arah kebijakan. Di posisi inilah dua nama besar bertemu, Pdt. Emmawati Y.Rumampuk-Baule, sang incumbent, dan Pdt. Ebser Lalenoh, challenger yang berpengalaman.

Kontestasi keduanya layaknya duel klasik Persija–PSM. Dua figur dengan jam terbang tinggi, sama-sama tangguh dan berpengalaman. Pdt. Emmawati membawa bekal sebagai Sekretaris I MS GPIB XXI—walau sempat menggantikan melalui PAW—pengalaman itu menjadi modal kuat. Di sisi lain, Pdt. Ebser bukan nama asing, rekam jejak dan performanya sudah teruji, bahkan pada sinode sebelumnya ia hanya terpaut satu suara dari kandidat unggulan.

Maka, apakah pertarungan ini akan berjalan dalam semangat panggilan pelayanan? Atau akan muncul taktik-taktik halus di balik layar?

Antara Politik dan Missio Dei
Ballroom Hotel Claro akan menjadi saksi, apakah kaum matriarki akan kembali berjaya, ataukah kaum patriarki yang sepuluh tahun “berpuasa” di posisi Sekum akan merebut kembali tahta administratif itu?

Dan di luar arena, dua pilar almamater besar GPIB, UKDW Yogyakarta dan UKSW Salatiga—menunggu. Siapa yang akan mereka dukung? Kopi memang pahit, tergantung siapa yang menyeduh, dan siapa yang menikmati aromanya. ewako-mappakoe@gpibwatch.id – JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat


Exit mobile version