Opini
Home / Opini / Pelajaran dari Kawanan Angsa Kanada

Pelajaran dari Kawanan Angsa Kanada

Dalam pelayanan, mereka yang kaya atau berpengaruh lebih cepat mendapat perhatian, sedangkan yang sederhana dan papa harus menunggu waktu “renggang” baru dijenguk…

Jakarta, gpibwatch.id — Cara hidup kawanan burung angsa Kanada memiliki keunikan luar biasa, terutama dalam hal kesetiaan dan kepedulian terhadap sesama. Burung-burung ini bermigrasi dalam formasi huruf V.

Yang menarik, ketika seekor angsa sakit atau terluka di tengah perjalanan, dua angsa lainnya akan keluar dari formasi dan setia menemani angsa yang lemah itu. Mereka tidak akan meninggalkannya sendirian, melainkan menjaga, menunggu, dan mendampinginya sampai ia pulih dan kembali mampu terbang bersama kawanan.

Keteladanan angsa ini menjadi gambaran indah tentang persekutuan sejati — di mana kasih, perhatian, dan solidaritas menjadi dasar dari setiap kebersamaan.

Namun, bagaimana dengan persekutuan dan pelayanan kita? Sudahkah semangat seperti itu benar-benar terwujud, atau hanya berhenti di bibir? Apakah kasih kita masih bersyarat — diukur dari status sosial, jabatan, atau besarnya persembahan?

Sering kali, dalam pelayanan, mereka yang kaya atau berpengaruh lebih cepat mendapat perhatian, sedangkan yang sederhana dan papa harus menunggu waktu “renggang” baru dijenguk. Kita mungkin tak sadar, bahwa kasih yang pilih kasih bukanlah kasih yang sejati.

Menutup Buku Lama, Membuka Lembaran Baru dalam Terang Kasih

Burung Angsa Kanada mengajarkan kita tentang kasih yang tidak membeda-bedakan. Kasih yang tidak melihat besar kecilnya sumbangan, tidak menimbang seberapa berpengaruh seseorang, melainkan kasih yang berani tinggal — bahkan dalam kelemahan dan kesakitan sesama.

Dan seperti secangkir kopi yang tetap menghangatkan meski kita jauh darinya, demikian pula kasih sejati: aromanya tak akan hilang selama kita sungguh mencintainya. Disadur dari Renungan Malam SBU GPIB, 5 November 2025. ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat


Exit mobile version