Opini
Home / Opini / Inforkom–Litbang di Tangan Bung Maxi

Inforkom–Litbang di Tangan Bung Maxi

Di tengah dunia digital dan transparansi, Bung Maxi dihadapkan pada tugas besar — menata komunikasi yang bukan sekadar “cepat”, tetapi juga “tepat” dan “bermakna”…

 Jakarta, gpibwatch.id  — Makassar telah menulis bab baru dalam sejarah GPIB. Satu per satu nama fungsionaris diumumkan, dan di antara tepuk tangan yang sopan dan doa yang lirih, satu nama dipanggil untuk menakhodai bidang yang paling dinamis: Penatua Maxi Hayer, kini resmi menjabat sebagai Ketua V Majelis Sinode GPIB XXII (2025–2030).

Inforkom–Litbang, bidang yang bagi sebagian orang terdengar teknis, tapi bagi yang memahami denyut pelayanan, inilah urat nadi komunikasi dan pengetahuan gereja. Bidang yang menghubungkan mimbar dengan media, data dengan kebijakan, kata dengan makna.

Kini bidang itu ada di tangan Bung Maxi — seorang yang dikenal tenang, tidak banyak bicara, tapi setiap katanya menancap dalam. Ia bukan sosok yang gemar tampil, melainkan yang sabar membangun dasar. Ia tidak berlari untuk menang, tetapi berjalan untuk menata. Mungkin itulah gaya khasnya, pelayanan yang mengalir tanpa riuh, tapi berisi.

Dunia digital telah membuka banyak peluang sekaligus tantangan bagi gereja. Transparansi kini menjadi keharusan, kecepatan menjadi ukuran, dan kejujuran informasi menjadi ujian. Di tengah arus itu, Bung Maxi dihadapkan pada tugas besar — menata komunikasi yang bukan sekadar “cepat”, tetapi juga “tepat” dan “bermakna”.

Banyak yang berharap Inforkom–Litbang di tangannya akan menjadi ruang yang tidak hanya mempublikasikan, tapi juga mendidik dan meneduhkan. Bahwa setiap berita tentang GPIB bukan sekadar kabar, tetapi kesaksian tentang kasih dan integritas.

Menutup Buku Lama, Membuka Lembaran Baru dalam Terang Kasih

Tentu jalan tidak mulus. Masih akan ada silang pandang, nada sumbang, bahkan suara keras dari lorong-lorong pelayanan. Namun Bung Maxi paham, seperti halnya kopi yang ia teguk setiap pagi: “Rasa pahit bukan untuk dihindari, tapi untuk diresapi agar tetap terjaga.”

Dan pagi ini, di ruang kerjanya yang baru, segelas kopi hitam kembali menemaninya. Tanpa gula, tanpa basa-basi — hanya aroma yang jujur. Dari cangkir itu, ia menatap layar kerja dan menulis catatan pertama: “Pelayanan dimulai dari Mendengar.”

Inforkom–Litbang kini di tangan Bung Maxi. Dan seluruh gereja dan jemaat GPIB khususnya,  menunggu, apakah dari tangan yang tenang itu akan lahir arus komunikasi yang membawa terang. ewako-mappkaoe@gpibwatcth.id / JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat


Exit mobile version