Opini
Home / Opini / Ketika Tarian Menyimpan Catatan Gelap

Ketika Tarian Menyimpan Catatan Gelap

Tarian bukan hanya tentang gerak yang indah di panggung, tetapi juga tentang jejak yang ditinggalkan setelah musik berhenti, ada wajah polos, wajah karbitan,  wajah memelas…..

Jakarta, gpibwatch.id – Tarian akan selalu dipentaskan. Kostum diperindah, gerakan dipoles, tangan dan jari dimainkan dengan penuh gaya, seolah tanpa rasa nyeri. Model dan nuansa baru terus muncul, jauh dari pola konvensional.

Para penari pun beragam. Ada yang terlatih profesional, ada yang baru nimbrung, ada yang datang di tengah perjalanan. Ada kelompok yang latihan sendiri lalu berkolaborasi di panggung, meski tetap harus dirapatkan siapa yang akan tampil.

Seleksi penari tak sekadar soal paras. Mereka ditanya jam terbangnya, sikap dan perilakunya, hingga catatan masa lalu. Apakah pernah menyakiti sesama penari? Apakah ada cacat etika dan moral? Sebab seorang leader principal tak boleh menyimpan masa lalu yang terlalu kelam.

Panggung tari ini punya periodisasi. Lima tahun sekali, para pemimpin diganti lewat sebuah Persidangan Sinode Tarian (PST). Di sana berkumpul wajah-wajah berlapis:

Menutup Buku Lama, Membuka Lembaran Baru dalam Terang Kasih
Ada wajah polos, wajah karbitan, wajah tulen, wajah memelas, wajah penolong, hingga wajah pengkhianat.

Para penari saling membutuhkan, saling menolong, saling berjanji. Tetapi janji di panggung sering berbeda dengan bisik-bisik di belakang layar. Sebab di balik keindahan kostum dan gerak tari, tersimpan intrik, transaksi, bahkan panggung gelap yang tak terlihat penonton.

Pada akhirnya, tarian bukan hanya tentang gerak yang indah di panggung, tetapi juga tentang jejak yang ditinggalkan setelah musik berhenti. Karena catatan gelap, seberapa pun disembunyikan, akan selalu ikut menari di balik bayang-bayang cahaya. Ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat


Exit mobile version