Jangan pernah merasa hikmat dan pengertian yang kita peroleh sudah cukup…
SERINGKALI kita mempertentangkan antara hikmat dan pengertian serta pengetahuan, seolah hikmat berasal dari Tuhan sementara yang lain hanyalah usaha manusia.
Jika kita mencermati tulisan dalam Amsal 2 maka kita akan menjumpai hal yang berbeda. Tidak ada pertentangan antara hikmat dan yang lainnya.
Semua itu seperti dua sisi dari satu mata uang yang sama. Tanpa yang lainnya maka uang itu tidak berlaku dan bukanlah uang. Hanya sekedar kertas yang ada gambar dan tulisan.
Hikmat, pengertian dan kepandaian harus diusahakan dan dikejar dengan tekun sehingga kita memperolehnya. Ketika kita memperoleh dalam takut dan cinta Tuhan maka hikmat merupakan hikmat Tuhan, serta kepandaian akan ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yang kita hayati sebagai yang datang dari Tuhan.
Oleh sebab itu, untuk memperoleh hikmat, kepandaian, pengertian, dan pengetahuan harus dikerjakan dengan tekun dalam kesinambungan. Jangan pernah merasa hikmat dan pengertian yang kita peroleh sudah cukup, melainkan terus kita timba, kejar agar mencapai kesempurnaan yang sesungguhnya juga tidak akan pernah didapat sampai akhir kehidupan.
Kejarlah hikmat, kepandaian, pengertian, dan pengetahuan yang kita landasi dalam kecintaan pada Tuhan. Selamat hari minggu.
Oleh: Pdt. Domidoyo Ratupenu
