Jika engkau belum memiliki yang engkau inginkan, belajarlah mengasihi apa yang Tuhan percayakan hari ini…
Jakarta, gpibwatch.id — Kalau kebahagiaan bisa dibeli, maka para pemilik kekuasaan sudah menimbunnya, dan dunia akan kehilangan cahaya karena manusia lupa bahwa terang bukan berasal dari harta, melainkan dari Allah yang menghidupkan batin.
Kalau kebahagiaan berada di suatu tempat, maka orang-orang akan berbondong-bondong meninggalkan panggilan hidupnya, seakan kebahagiaan adalah destinasi, padahal Tuhan menanamkan sukacita di hati yang bersedia tunduk dan ditata-Nya.
Inilah suara peringatan: bahagia tidak dicapai oleh tangan yang serakah, tidak ditemukan oleh hati yang kotor, dan tidak tumbuh dalam pikiran yang dipenuhi keluhan. Kebahagiaan adalah buah dari hati yang jernih, pikiran yang dibersihkan, dan hidup yang mau kembali kepada Allah.
Mereka yang tidak pernah belajar bersyukur akan terus mengejar apa yang tidak perlu, dan kehilangan apa yang sudah Tuhan taruh di tangan mereka.
Jika engkau belum memiliki yang engkau inginkan, belajarlah mengasihi apa yang Tuhan percayakan hari ini. Syukur itu bukan hasil keadaan, melainkan ketaatan batin yang melatih manusia untuk melihat karya Tuhan di tengah realitas yang tidak selalu indah.
Jangan mengeluh karena tanganmu belum memegang bintang. Bersyukurlah, sebab Tuhan masih memberi tanah untuk engkau pijak dan kerjakan— karena panggilanmu belum selesai. ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP
