PSR-XXII di Makassar mampu melahirkan para pemimpin MS.GPIB, 2025-2030 yang memiliki karakter unggul — yang mampu membawa lembaga ini berlayar lebih cepat dan lebih siap menghadapi ombak perubahan zaman…..
Makassar, gpibwatch.id – Sebagai seorang pengusaha, insting dan naluri bisnis menjadi kunci utama untuk menentukan apakah sebuah proyek layak dijalankan atau justru harus ditunda. Keputusan itu tidak hanya soal keberanian, tetapi juga soal kalkulasi yang cermat — karena setiap langkah berkaitan dengan nilai dan dana yang tak sedikit.
Begitu pula dalam dinamika pelayanan dan organisasi gereja. Setiap keputusan besar membutuhkan perhitungan matang, terutama ketika menyangkut arah perjalanan Bahtera GPIB.
Logo Kapal Pinisi yang digunakan dalam Persidangan Sinode Raya XXII di Makassar adalah simbol yang sarat makna. Pinisi bukan sekadar kapal — ia adalah warisan kebanggaan Kota Daeng, simbol keindahan, ketekunan, dan keberanian pelaut Bugis-Makassar. Ada dua jenis Pinisi, yang tradisional dikenal sebagai Palari, dan versi modern yang disebut Lambo.
Jika dianalogikan dengan Bahtera GPIB yang kini berjumlah sekitar 356 jemaat, maka pilihan simbol Pinisi jenis Lambo terasa sangat tepat, tangguh, berkelas, dan representatif, ungkap Bung Kale Ludji, Warga Jemaat GPIB ‘PETRA’ Jakarta Utara.
Namun, sebesar apa pun kapal yang berlayar, tanpa nakhoda dan awak kapal yang berkualitas di atas rata-rata, pelayaran itu hanya akan menjadi perjalanan tanpa arah. Karena itu, diharapkan Persidangan Sinode Raya XXII di Makassar mampu melahirkan para pemimpin Majelis Sinode GPIB yang memiliki kapasitas dan karakter unggul — pemimpin yang mampu membawa lembaga ini berlayar lebih cepat, lebih tangkas, dan lebih siap menghadapi ombak perubahan zaman.
Kapal Pinisi dan Angin Mamiri kini menjadi saksi sejarah perubahan itu. Dan Pantai Losari, dengan segala pesonanya, akan tetap mengingat momen ketika nafasmu pernah menghirup udara asin laut dan hembusan semilir angin yang membuat bulu kuduk berdiri — lalu terdengar satu seruan yang menggema dari hati ke hati: “GPIB HARUS BERUBAH!”ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP
