Opini
Home / Opini / Gairah Semuel Uruilal Menghadirkan Damai Sejahtera untuk GPIB

Gairah Semuel Uruilal Menghadirkan Damai Sejahtera untuk GPIB

Pnt. Frans S. Pong saat wawancara dengan Pnt. Semuel H.J Uruilal, ST,SH,MH, usai melakukan pertemuan dengan Mayapada Group di Jakarta.

“Pesan-pesan simpati di medsos memintanya agar Semuel terpilih sebagai Ketua IV Majelis Sinode 2025-2030 yang akan digelar di Makassar, 27 – 31 Oktober 2025”

Jakarta, gpibwatch.id – Empati, wibawa dan kepemimpinannya bisa jadi yang menghantarkannya meraih apa yang diimpikannya. Sukses telah menjadi bagian hidupnya. Lini usaha yang dijalankannya mulus meluncur.

Bagi Semuel H.J Uruilal,ST,SH,MH sosok pengusaha sukses dan juga seorang Pengacara handal, setiap detik hidup ini punya makna. “Setiap Masa Ada Orangnya, Setiap Orang Punya Masa”. Jadi, katanya: “Manfaatkan setiap waktu yang Tuhan berikan, jangan sia-siakan,” tuturnya kepada gpibwatch.id dalam kesempatan bincang-bincang dengannya.

Pesan-pesan simpati di medsos banyak memintanya agar Semuel terpilih sebagai Ketua IV Majelis Sinode 2025-2030 yang akan digelar di Makassar, 27 - 31 Oktober 2025.

Warga jemaat GPIB Petra Jakarta, Ludji Kale mengatakan, sangat setuju Ketua IV Majelis Sinode GPIB mendatang adalah sosok pengusaha.

“Mengenai calon Ketua IV, saya setuju dengan wacana figur yang memiliki latar belakang sebagai wira usaha,” tutur Ludji Kale yang pernah aktif di Departemen PEG Majelis Sinode GPIB.

PST Jakarta, Peserta via Zoom Keluhkan Sulitnya Akses Masuk

Menurut Kale, visi Indonesia adalah menuju Indonesia Emas pada 2045, GPIB selaku organisasi yang besar sebaiknya juga in line dengan visi tersebut.

Netizen asal jemaat GPIB Pura Tajur Halang mengatakan, Semuel Uruilal adalah sosok tepat untuk jabatan Ketua IV MS GPIB mendatang. “Wow… GPIB punya SDI handal, entrepreneur tapi juga pelayan, servant leader, saatnya untuk pak  Samuel Uruilal…,” kata netizen itu di akun facebook Semuel Uruilal.

Empati Semuel diranah pelayanan gereja selalu memberi arti signifikan. Dalam menjalankan roda bisnisnya, Ketua IV Mupel Bali NTB ini selalu menyempatkan untuk memikirkan agar gereja Tuhan dalam hal ini GPIB bisa menjadi bagian integral dari geliat bisnis.

Harapannya, dari roda bisnis yang berputar gereja menjadi bagian yang menikmati karya Ilahi yang pada akhirnya gereja menjadi figur gereja yang mampu menghadirkan Damai Sejahtera bagi umat Tuhan.

Dari kerja sama bisnis yang dilakukan dengan Mayapada group, ada harapan-harapan manis yang bakal dinikmati GPIB. Sebagaimana diketahui perusahaan konglomerasi tersebut cukup menjanjikan untuk melakukan supporting terhadap aset-aset GPIB.

Menutup Buku Lama, Membuka Lembaran Baru dalam Terang Kasih

Salah satu lini bisnis yang punya korelasi dengan GPIB adalah bisnis Rumah Sakit (RS). Mayapada Group saat ini memiliki RS di banyak provinsi di Indonesia ini. Tentu ini merupakan peluang GPIB untuk bekerja sama dengan Mayapada Group.

Potensial gain yang bisa didapatkan GPIB bila melakukan kerja sama bisnis dengan Mayapada Group antara lain, melakukan kerja sama dalam hal pengembangan RS di lahan-lahan yang dimiliki GPIB dan melakukan kerja sama penempatan alumni STIKES GPIB di Surabaya di RS yang dimiliki Mayapada Group.

Bagi Semuel, Penatua GPIB Maranatha Denpasar ini, langkah konkrit menata bisnis terus dilakukan. Belum lama berselang ia melakukan meeting dengan CEO Mayapada Group, Jonathan Tahir.

Kepiawaiannya melakukan lobi-lobi bisnis menghantarkannya terus menjadi sosok yang disegani entrepreneur di Bali. Dua bisnis Maxicola yang dikelolanya terus berkembang, dan April 2026 melakuan ekspansi dengan menambah satu lagi Maxicola di Uluwatu. /JP/fsp

PST Jakarta Harus Tegas, Kasus Keuangan FMS XXI Harus Ada Sanksi

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat


Exit mobile version