Berani berbeda dalam pemilihan majelis sinode merupakan barang langkah dan sangat mewah dan jarang sekali ditemukan, semuanya mengikuti arus gempita, hiruk pikuk tarian lenso.…
Jakarta, gpibwatch.id – Berani berbeda, berani menunjukkan identitas diri yang sesungguhnya, tidak mengikuti arus yang tak sesuai dengan pikiran, tapi berusaha tegak lurus sesuai dengan pandangan dan gagasan yang berjalan dalam kebenaran.
Berbeda dalam memilih merupakan hak seseorang dalam menentukan pilihannya, berbeda berarti melawan arus kepentingan atau kenyamanan dan berani berbeda menunjukkan semangat integritas, kreativitas, kemandirian dan keberanian moral.
Berani berbeda dalam pemilihan majelis sinode merupakan barang langkah dan sangat mewah dan harganya sangat mahal tak terukur nilainya, dan ini jarang sekali ditemukan, semuanya mengikuti arus gempita, hiruk pikuk tarian lenso.
Selain berani berbeda ada juga berani untuk bersinar, dan jika direlevansikan dengan pemilihan majelis sinode mengandung makna bersinar karena kristus, sebab ada cahaya yang memuliakan Allah dan bersinar karena ambisi sebab ada cahaya neon politik gereja yang lenyap begitu kursi adem.
Menurut Psikolog Eksistensial, Rollo May, berani untuk bersinar merupakan berani keluar dari ketakutan dan menampilkan jati diri otentik dihadapan orang lain.
Sedangkan menurut Sosiologi Interaksionisme Simbolik, Erving Goffman, berani untuk bersinar adalah berani tampil berbeda dengan identitas yang jujur, meski resiko sosialnya ditolak atau dikritik.
Adapun Vinny Putiray-Muda,S.Th. menuliskan konteks tentang berbeda dan bersinar, adalah menjadi benar di tengah angkatan yang salah, menjadi terang di tengah angkatan yang gelap, menjadi lurus hati di tengah angkatan yang bengkok, adalah keputusan sekaligus tantangan besar.
“supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:15)
Dunia yang kita tinggali tidak netral, penuh arus nilai dan budaya yang seringkali bertentangan dengan firman Tuhan. Ketika orang lain memilih jalan pintas untuk sukses, kecurangan dianggap lumrah, dan kompromi jadi hal yang dipandang biasa, maka hidup benar bukanlah perkara mudah.
Dibutuhkan iman yang teguh kepada Kristus, untuk tetap berdiri mengerjakan kebenaran.ewako-mappakoe@gpibwatch.id (JP)
