Dari yang Tersembunyi Menuju Keterbukaan yang Dewasa
Jakarta, gpibwatch.id — Kata-kata ini sangat menggetarkan hati, seperti angin topan ganas dalam kesunyian. Bagaimana tidak? Pada saat sebuah lembaga pelayanan yang selama ini sangat sulit terbuka dalam hal finansial, tiba-tiba muncul ide baru untuk memaparkan hal-hal yang selama ini dianggap secret—yang katanya tidak etis atau tabu untuk diungkapkan.
Ide ini bukan ide gila, melainkan tanda bahwa zaman sudah menuntut keterbukaan. Jangan lagi ada yang tersembunyi, yang akhirnya membuat pikiran berakumulasi secara tidak sehat, hanya karena ingin tahu: berapa sebenarnya finansialnya—berapa salary mereka.
Dalam bincang-bincang kopi susu bersama Ketua V, Pnt. Maxi Hayer, pada 13 April 2026, beliau mengutarakan bahwa akan ada revisi kembali tentang PPMS (Peraturan Pelaksana Majelis Sinode GPIB), yang di dalamnya kemungkinan banyak hal akan diperbaharui.
Regulasi PPMS ini, setelah digodok, akan dibawa ke persidangan untuk disetujui dan dilaksanakan. Ini merupakan tanda era baru—keterbukaan yang tidak lagi dianggap tidak etis, tetapi justru menolong mengubah logika negatif menjadi logika positif, karena orang dapat membaca dan memahami regulasi tersebut secara mendalam, tanpa harus meraba-raba dengan perasaan semu tentang berapa salary mereka—salary FMS.
Namun di luar semua itu, menjelang adanya reformasi PPMS, mari kita menengok ke belakang sejenak. Betapa tertutupnya pembicaraan mengenai honor fungsionaris Majelis Sinode, baik pendeta maupun non-pendeta. Akibatnya, muncul banyak spekulasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan—spekulasi yang “sakit”, yang dari tahun ke tahun hidup dalam imajinasi tentang salary yang bisu, karena dianggap tabu dan tidak pantas untuk dibicarakan.
Bung Maxi telah menginisiasi, telah memprakarsai sebuah ide yang cemerlang—ide keterbukaan yang menjawab tuntutan zaman, namun tetap berada dalam koridor norma yang mengatur. Dengan demikian, tidak ada lagi kata dusta di antara kita, melainkan kejernihan hati melalui perkataan yang benar dan adil bagi semua. Laus Deo./ JP
