Diakonia
Home / Diakonia / GPIB Marga Mulya Yogyakarta Melayani Warga Binaan Di Lapas dan di Rutan

GPIB Marga Mulya Yogyakarta Melayani Warga Binaan Di Lapas dan di Rutan

Bersama Penyuluh Kemenag dan Pegawai Lapas.

YOGYAKARTA, gpibwatch.id – Setiap kita pernah melakukan kesalahan dan selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan juga tersedia pengampunan untuk kembali  kepada kehidupan yang benar.

Bersama dengan gereja- gereja di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, GPIB Jemaat Marga Mulya Yogyakarta pun terpanggil melayani warga binaan di Lapas maupun di Rutan.  Mengawali hari pertama di Minggu ini, tepatnya Senin, 24 Agustus 2026, GPIB Jemaat Marga Mulya Yogyakarta melalui Komisi Pelkes melayani Warga Binaan Lapas Wirogunan Yogyakarta berupa layanan peribadahan.

Vikaris Dalla Niken Utari saat melayani

Pelayan dari GPIB Jemaat Marga Mulya terdiri dari Vikaris Dalla Niken Utari, Ruby Ipsen, Penatua Julia Mahodim dan Diaken Joice Lapian.   Selama peribadahan, Tim didampingi Penyuluh Kemenag Kota Yogyakarta Zenny P. Tulandi, S.Th.

Selain memberikan penguatan warga binaan dengan Firman Tuhan juga dikuatkan dengan Pujian “Aku Mengasihi Engkau Yesus” oleh VG Pelayan GPIB Marga Mulya.

Berdasar bacaan Alkitab dari Kitab Ratapan 3:21-24, Vikaris Dalla Niken Utari mengajak warga binaan untuk menyadari keberadaan dari kondisi yang penuh kesesakan akan konskuensi terhadap kesalahan yang pernah dilakukan, namun terus ber-pengharapan.

SK MS yang Bikin Blunder (2): Ada Apa Dengan MS, Terbuka Peluang PSI

Pelayan GPIB MM yang melayani di Lapas

Vikaris juga menyampaikan kepada warga binaan Lapas Wirogunan bahwa pelanggaran dan penderitaan yang dialami sekarang bukan menandakan bahwa harapan itu telang hilang, justru harapan itu mampu menembus setiap tebalnya tembok, jeruji besi dan ketatnya pengamanan.

Firman Tuhan hari ini juga hendak mengingatkan para warga binaan bahwasannya kasih setia Tuhan tidak akan berkesudahan, selalu baru setiap pagi! Sehingga menjadi pengingat untuk menghidupi pengharapan yang aktif.

Lapas menjadi tempat untuk mereka kembali dibentuk Tuhan menjadi pribadi yang lebih baik. Masa lalu tentu menjadi bagian dari cerita manusia. Bahkan ketika besok mereka diperkenankan Tuhan untuk bebas, tidak tertutup kemungkinan orang-orang di sekitar selalu ingat siapa mereka yang dulu, namun kasih Kristus selalu setia untuk membentuk mereka agar memiliki masa depan yang lebih baik lagi.

Pelayanan yang dilakukan GPIB Jemaat Marga Mulya kiranya menjadi bukti kehadiran Cinta Kasih Tuhan Yesus bagi setiap orang tanpa melihat kondisinya sdan selalu nyata disetiap waktu dan tempat.

Oleh: Evi Sapakoly, Penatua GPIB Marga Mulya Yogyakarta

PLAYING VICTIM DALAM DUNIA PELAYANAN