Opini
Home / Opini / RAPAT TENTANG TUHAN, TANPA TUHAN

RAPAT TENTANG TUHAN, TANPA TUHAN

Gereja perlu berani jujur — apakah kita masih mencari Tuhan, atau sekadar membahas-Nya dari jauh? Apakah rapat ini sungguh tentang-Nya, atau hanya tentang kita yang ingin terlihat dekat dengan-Nya?

Makassar, gpibwatch.id – GPIB tengah menggelar Persidangan Sinode Raya di Makassar dengan tema besar yang seharusnya menggugah: “Carilah Tuhan Maka Kamu Akan Hidup.” Sebuah tema yang mestinya menghidupkan kembali arah rohani gereja — bila saja Tuhan benar-benar dicari di setiap rapat dan keputusan.

Dalam khotbah pembukaan, Pdt. Paulus Kariso Rumambi, M.Si, melontarkan pertanyaan yang membuat banyak orang seharusnya diam sejenak: “Apa sebenarnya yang kita cari selama ini? Tuhan yang memberi hidup, atau kesenangan sesaat—jabatan, uang, dan pengakuan—yang membuat kita sibuk menata tampilan?”

Pertanyaan itu menohok, karena terlalu sering rapat gereja terasa lebih ramai daripada rohnya. Agenda disusun rapi, laporan tebal, keputusan diambil dengan suara bulat — tetapi hati tetap kosong. Tuhan sering kali tinggal di tema, tapi absen di ruang sidang.

Padahal, jika tema itu sungguh dihidupi, Persidangan Sinode Raya ini seharusnya menjadi Sidang Pertobatan, waktu untuk menundukkan diri, menata ulang arah pelayanan, dan menyingkirkan ego serta kesibukan seremonial yang menguras energi tanpa menghadirkan kehidupan.

Gereja perlu berani jujur — apakah kita masih mencari Tuhan, atau sekadar membahas-Nya dari jauh? Apakah rapat ini sungguh tentang-Nya, atau hanya tentang kita yang ingin terlihat dekat dengan-Nya?

Antara Politik dan Missio Dei

Kiranya setiap peserta sungguh mengalami perjumpaan dengan Allah yang hidup, bukan hanya dengan agenda yang padat. Semoga pelayanan gereja kembali menemukan hati yang murni, dan rencana-rencana besar benar-benar menyentuh kehidupan jemaat, bukan sekadar mempercantik laporan tahunan.

Di tengah dunia yang makin sukar dan masyarakat yang menjerit, gereja tidak boleh menjadi ruang gema kosong yang sibuk menyebut nama Tuhan, tapi lupa menghadirkan-Nya. Soli Deo Gloria. Refleksi Tajam atas Persidangan Sinode Raya GPIB di Makassar. Disadur dari Facebook Pdt. Nicodemus Boenga. ewako-mappakoe@gpibwatch.id JP)

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat