Bersyukur bukan Lurah Slipi yang menutup acaranya,…
Jakarta, gpibwatch.id – Persidangan Sinode Tahunan (PST) 2026 GPIB di Peninsula Hotel, 11–14 Februari 2026, meninggalkan rasa kecewa yang sulit disembunyikan. Berdasarkan laporan yang masuk ke redaksi GPIB WATCH yang dirangkum Frans S. Pong dan John Paulus menyebutkan, acara yang semula dijanjikan dibuka Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, hanya diwakili perwakilan Dirjen Bimas Kristen, Pendeta Marvel Kawatu.
Kekecewaan makin menjadi saat penutupan, yang sedianya akan dilakukan Wakil Gubernur Rano Karno, justru digantikan oleh Kabag Kesra Jakarta Barat, Abdurrahman Anwar. Seorang peserta asal Maluku dengan nada pedas berkomentar, “Kalau Karo Kesra Pemprov masih lumayan, tapi ini Kabag? Tingkatnya setara satu langkah di atas Lurah. Ya ampun….”
Tak heran, satu per satu peserta meninggalkan ruang sidang sebelum acara tuntas. Ketua Majelis Jemaat GPIB, Pendeta Johny Lontoh, dan Pendeta Margie Ririhena dari GPIB Zebaoth Bogor, termasuk yang memutuskan cabut lebih awal.
Peserta menekankan, lemahnya publikasi membuat GPIB tampak tak terdengar di pemerintahan. “FMS GPIB melemahkan posisi gereja di mata Pemprov. Karena tidak ada media yang menyuarakan kiprah GPIB, pejabat yang hadir hanya sampai Kabag. Bersyukur bukan Lurah Slipi yang menutup acaranya,” tegas seorang peserta.

