Opini
Home / Opini / Persidangan Sinode, Bukan Persidangan Sinode Raya

Persidangan Sinode, Bukan Persidangan Sinode Raya

Demi keutuhan, konsistensi, dan integritas GPIB, Nomenklatur resmi yang sah dan tepat adalah “PERSIDANGAN SINODE (PS)”. Penggunaan istilah “Persidangan Sinode Raya (PSR)” adalah tidak tepat dan keliru, serta perlu ditinjau ulang demi kemuliaan Kristus dan kejelasan identitas gereja-Nya…..

Jakarta, gpibwatch.id – Sebagai warga GPIB sekaligus Pendeta Emeritus yang pasif, sederhana, dan tidak tahu banyak, namun ingin tetap memahami perjalanan GPIB dengan sukacita, menyatakan tidak setuju atas penggunaan nomenklatur baru “Persidangan Sinode Raya (PSR)” dalam kehidupan bergereja GPIB.

Nomenklatur tersebut tidak memiliki dasar historis maupun teologis dan bertentangan dengan kontinuitas tradisi serta Tata Gereja GPIB sejak berdirinya pada 31 Oktober 1948. Sebaliknya, nomenklatur yang sahih dan konsisten digunakan dalam sejarah GPIB adalah: “PERSIDANGAN SINODE (PS)”

1. Jejak Historis “PERSIDANGAN SINODE” GPIB

Selama lebih dari 75 tahun—dari PS I hingga PS XXI—GPIB tetap menggunakan nomenklatur “PERSIDANGAN SINODE (PS)” secara konsisten dalam setiap pelaksanaan sidang gerejawi. Berikut catatan historis yang menunjukkan kesinambungan penggunaan nomenklatur tersebut:

Antara Politik dan Missio Dei

Periode 1948–1966: 1948: Persidangan Proto-Sinode – 25–31 Oktober, Jakarta, 1950: PS II – GPIB “Immanuel”, Jakarta, 1953: PS III – GPIB “Immanuel”, Jakarta, 1955: PS IV – GPIB “Paulus”, Jakarta, 1958: PS V – GPIB “Immanuel”, Jakarta, 1960: PS VI – Gadok, Bogor, 1962: PS VII – GPIB “Maranatha”, Surabaya, 1964: PS VIII – GPIB “Maranatha”, Bandung
Periode 1966–1986: 1966: PS IX – Senayan, Jakarta, 1970: PS X – Bandungan, Ambarawa, 1972: PSI – GPIB “Effatha”, Kebayoran Jakarta, 1974: PS XI – Waru, Surabaya, 1978: PS XII – Kuningan, Jakarta, 1982: PS XIII – Pandaan, Jawa Timur
Periode 1986–2006: 1986: PS XIV – Denpasar, Bali 1990: PS XV – Makassar, 1995: PS XVI – Griya Krida Sekesalam, Bandung, 1996: PSI – Griya Krida Sekesalam, Bandung, 2000: PS XVII – Wisma Kinasih, Bogor, 2002: PSI – Wisma Kinasih, Bogor, 2005: PS XVIII – The Westin Resort, Bali
Periode 2006–2026: 2010: PS XIX – Jakarta Convention Centre (JCC), 2015: PS XX – Hotel Swiss-Bel, Balikpapan, 2021: PS XXI – Dyandra Convention Center, Surabaya (daring & luring)

Semua data historis ini menegaskan: Nomenklatur resmi dan berkesinambungan GPIB adalah “PERSIDANGAN SINODE (PS)”.

2. Landasan Iman: Kesetiaan pada Hal-hal Kecil

Kesaksian Alkitab (Lukas 16:10, TB2) menyatakan: “Siapa saja yang setia dalam hal-hal kecil, ia setia juga dalam hal-hal besar. Dan siapa saja yang tidak benar dalam hal-hal kecil, ia tidak benar juga dalam hal-hal besar.”

Maka pertanyaan mendasar muncul: Apakah nomenklatur baru “Persidangan Sinode Raya (PSR)” sah, benar, dan sesuai dengan semangat serta struktur Tata Gereja GPIB? Jawabannya: Tidak.

3. Kritik atas Upaya Perubahan Nomenklatur

PST Jakarta, Peserta via Zoom Keluhkan Sulitnya Akses Masuk

Perubahan nomenklatur ini tampaknya bukan berangkat dari kajian teologis dan historis yang mendalam, melainkan dari keinginan sepihak, sebagian pihak dalam struktur pelayanan.

Beberapa catatan kritis yang perlu digaris bawahi yaitu Tidak didasari pemahaman utuh tentang sejarah dan identitas GPIB, Tidak melalui mekanisme dan prosedur tata gereja yang sah, Tidak pernah dibahas maupun diputuskan dalam forum resmi GPIB, Menimbulkan kebingungan dan mengaburkan kontinuitas sejarah gerejawi.

Perubahan seperti ini berisiko mengacaukan narasi institusional GPIB dan melemahkan identitasnya sebagai gereja misioner yang berakar kuat dalam sejarah dan kesetiaan iman.

4. Tanggung Jawab Moral & Spiritual

Para pendeta, penatua, dan diaken awal GPIB yang menyelenggarakan Persidangan Sinode sejak 1948 adalah pribadi-pribadi dengan teladan iman, kerendahan hati, dan kasih karunia Allah. Kini, sebagian besar dari mereka telah berpulang ke rumah Bapa.

Menutup Buku Lama, Membuka Lembaran Baru dalam Terang Kasih

Maka tanggung jawab kita hari ini adalah Melestarikan warisan iman mereka, Menghargai jejak historis GPIB, Menolak kebijakan nomenklatur baru yang tidak berdasar, Menjaga keutuhan dan integritas gereja dalam terang Kristus.

Seperti tertulis dalam Ibrani 13:7: “Janganlah kamu melupakan orang-orang yang telah memimpin kamu dan yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.”

Demi keutuhan, konsistensi, dan integritas GPIB, kami menegaskan: Nomenklatur resmi yang sah dan tepat adalah “PERSIDANGAN SINODE (PS)”.

Penggunaan istilah “Persidangan Sinode Raya (PSR)” adalah tidak tepat dan keliru, serta perlu ditinjau ulang demi kemuliaan Kristus dan kejelasan identitas gereja-Nya. (Dari refleksi Pdt. (Em.) Frans Wantah — disunting oleh JP)

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat