Strategi perang yang dilakukan AS-Israel mumpuni agar perang tidak berlama-lama, yakni dengan operasi intelijen yang handal mencari titik lemah lawan, dengan menarget orang-orang penting.
JAKARTA, gpibwatch.com – Disebut-sebut serangan Amerika dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 menjadi pemantik dimulainya Perang Dunia III. Benarkah? Tidak ada jawaban konkrit. Tapi yang pasti dari pengeboman tersebut dunia sontak menyaksikan eskalasi luar biasa.
Iran pun melakukan serangan balasan ke beberapa titik dimana ada Pangkalan Militer Amerika di Negara-negara Teluk, bahkan menggempur basis pertahanan militer Inggris di Siprus. Terlalu dini kalau konflik ini disebut-sebut sebagai awal dimulainya PD III.
Mengapa? Strategi perang yang dilakukan AS-Israel cukup mumpuni agar perang tidak berlama-lama, yakni dengan operasi intelijen yang handal mencari titik lemah lawan, yakni dengan menarrget orang-orang penting.
Operasi intelijen itu berhasil hanya dengan sekali serang bisa menumbangkan Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa orang-orang penting lainnya di negeri kaya minyak bumi ini.
Harapannya dengan โmenyelesaikanโ petinggi-petinggi dapat dipastikan akan memudahkan AS dan Israel mewujudkan apa yang menjadi harapan terhadap pemerintahan Iran kedepan, yang salah satunya adalah penghentian pengayaan uranium untuk nuklir.
Jadi, secara analisis, tidak mungkin akan terjadi PD III, pasalnya hampir semua negara-negara besar turut serta menekan Iran. Dari perspektif ini terlihat kekuatan jauh lebih besar mendukung apa yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran.
PD III bisa terjadi jika saja ada perimbangan dukungan negara-negara besar terhadap Iran. Tapi kenyataan di lapangan negara-negara besar malah memberikan dukungan atas serangan AS dan Israel. Inggris, misalnya, seperti disampaikan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan Inggris akan melakukan aksi pertahanan bersama negara lain di Timur Tengah, termasuk meminjamkan pangkalan militer untuk operasi walau tidak akan ikut menyerang Iran.
Tiongkok dan Rusia pun yang disebut-sebut mendukung Iran tidak terdengar menyatakan secara terbuka dukungannya.
Dilansir Kumparan.com, Prancis, Jerman, dan Inggris menyatakan siap membela kepentingan mereka serta sekutu-sekutu di kawasan Teluk jika diperlukan dengan mengambil โtindakan defensifโ terhadap Iran.
Jadi, tipis kemungkinan akan terjadinya PD III kalau melihat soal dukung mendukung.
Hal lainnya yang memastikan tidak akan terjadi PD III adalah soal ekonomi global yang saat ini sedang parah-parahnya. Jadi, dengan taktik perang AS-Israel menumbangkan penguasa diharapkan perang hanya sebentar sehingga tidak terlalu berdampak buruk pada perekonomian jangka panjang.
Laman Srikandi Indonesia menyebutkan, negara-negara Arab butuh uang. Ekonomi mereka bergantung pada minyak yang lewat di Selat Hormuz. Jika Iran berulah dan menutup selat itu, negara-negara Arab akan tekor. Mereka lebih memilih stabilitas ekonomi daripada solidaritas semu.
Mengutip CNN Indonesia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut perang AS-Israel vs Iran berpeluang berlangsung hingga empat minggu.
“Prosesnya selalu empat minggu. Sekuat apa pun negara itu, ini negara besar, akan memakan waktu empat minggu – atau kurang,” ujar Trump kepada Daily Mail dikutip dari Anadolu.
Iran pun dapat dipastikan tak ingin berlama-lama dalam perang ini. Yang pasti Iran juga akan menjaga bisnis minyaknya agar tetap memberi manfaat. Iran menempati posisi cadangan minyak terbesar ketiga di dunia berdasarkan laporan Statistical Bulletin 2025 yang dirilis Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).
Iran tercatat sebagai pemilik cadangan minyak terbesar ketiga mencapai 208,6 miliar barrel.
Dalam daftar tersebut, Iran berada di bawah Venezuela (303,22 miliar barrel) dan Arab Saudi (267,2 miliar barrel). Posisi tiga besar ini menjadikan Iran sebagai aktor kunci dalam stabilitas pasokan minyak dunia.
Artinya, perang AS-Israel terhadap Iran bila disimak dari sisi kepentingan bisnis dan perekonomian global dapat dipastikan perang tidak akan lama.
Benarkah tidak akan lama? CNN Indonesia dalam artikelnya memberi judul โNetanyahu Sadar Iran Sulit Dikalahkan: Perang Ini Butuh Waktuโ.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan perang melawan Iran akan membutuhkan waktu. Namun, Netanyahu mengklaim tidak butuh bertahun-tahun untuk mengalahkan Iran.
Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan Reuters/Ipsos, akhir pekan lalu, menunjukkan hanya satu dari empat warga Amerika yang menyetujui serangan AS ke Iran yang telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam kekacauan.
Perang AS di Irak dan Afghanistan yang sebelumnya berlangsung selama beberapa tahun membuat banyak warga Amerika skeptis terhadap keterlibatan langsung Washington dalam perang di tanah asing.
Namun, Netanyahu mengatakan perang AS dan Israel melawan Iran menciptakan skenario bagi rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka.
Perang Dunia Akan Terjadi
Tidak dapat dipungkiri bahwa perang dunia akan terjadi. Yehezkiel memprediksi pertempuran Gog dan Magog, yang akan terjadi sebelum atau di tengah masa kesengsaraan (Yehezkiel 38-39).
Laman gotquestions.org menyebutkan, secara terbuka Kristus mengajar bahwa akan terjadi peperangan sebelum kedatangan-Nya yang kedua (Matius 24:4-31). Ada yang beranggapan bahwa Yesus sedang berbicara secara umum tentang masa gereja di dalam ayat 4-14 dan membahas masa kesengsaraan (mulai dari pertengahannya) dalam ayat 15-31.
Adapula mereka yang percaya bahwa Kristus hanya berbicara tentang masa kesengsaraan yang lamanya tujuh tahun dalam bagian ayat itu. Walaupun ayat 4-14 sepertinya memberi penjelasan secara umum, nampaknya gambaran yang diberikan mirip sekali dengan gambaran dalam Wahyu 6:1-8, yang merekam permulaan masa kesengsaraan. Matius 24:6-7 menceritakan adanya “deru perang atau kabar-kabar tentang perang, bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan.”
Masa depan menyimpan setidaknya satu perang dunia lagi. Akan tetapi, Alkitab tidak menyatakan jumlah perang dunia secara persis. Perang Dunia pertama dan kedua tidak dibahas secara rinci dalam Alkitab, begitu halnya juga dengan Perang Dunia ketiga. Yang dibahas secara mendetil hanyalah perang terakhir, sehingga perang dunia yang terjadi sebelumnya masih saja dimungkinkan terjadi.
Dimulai dalam Wahyu 6, rasul Yohanes merekam pandangan masa depan yang ia amati. Peperangan ditemukan dalam pasal ini dan terus menjadi bagian dalam rangkaian peristiwa sampai kedatangan Kristus yang kedua dalam pasal 19 (Wahyu 6:2; 11:7; 12:7; 13:4,7; 16:14; 17:14; 19:11,19).


