GPIB kini melabel diri sebagai Gereja Ramah Demokrasi. Ironisnya, dalam lingkup internal, ramah itu masih tanda tanya besar, selama ini hanya jadi retorika, tak pernah terwujud…
Jakarta, gpibwatch.id – GPIBWATCH kembali merilis hasil Polling Aspirasi Jemaat untuk posisi Ketua II MS GPIB 2025–2030.
Polling ini diisi oleh mayoritas personal lelaki, terlihat jelas nuansa patriarki gerejawi yang masih kuat. Mereka gagah berani menampilkan diri, seakan-akan hanya laki-laki yang pantas memperkenalkan GERMASA GPIB.
Dari hasil polling, Pdt. Eric Edwart Hetharia meraih 63% (124 suara), jauh mengungguli rivalitasnya, Pdt. Domidoyo Ratupenu: 33% (65 suara), Pdt. Salmon AJ. Bawole: 2% (3 suara), Pdt. Semuel Karinda: 2% (3 suara), Pdt. Rully A. Haryanto: 1% (1 suara)Perlu dicatat, ini bukan hasil resmi organisatoris, melainkan aspirasi jemaat. Namun, suara aspirasi ini bisa jadi catatan keras bagi para pemilik hak pilih dalam PSR GPIB XXII.
Yang menarik, siapa pun yang kelak jadi komandan di Bidang III GERMASA GPIB dituntut menjaga marwah program yang sudah berjalan.
Pertanyaan besarnya:
- Apakah program GERMASA dan Lingkungan Hidup akan benar-benar ditindaklanjuti?
- Atau sekadar pencitraan eksternal tanpa aksi nyata?
- Bagaimana dengan jargon Gereja Ramah Lingkungan, apakah akan hidup di akar jemaat, atau hanya berhenti sebagai lips service?
Dan lebih tajam lagi, GPIB kini juga melabel diri sebagai Gereja Ramah Demokrasi. Ironisnya, dalam lingkup internal, ramah itu masih tanda tanya besar. Tapi untuk launching slogan, kilatnya bisa mengalahkan petir.
Maka, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua II nanti, harus sadar. Beban berat menanti di pundak Anda. Tidak hanya soal lingkungan, tapi juga demokrasi internal yang selama ini hanya jadi retorika, tak pernah sungguh terwujud. ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP

