Opini
Home / Opini / Pdt.Daniel Lumentut,Ketua I MS.GPIB: ’Mandat Moral Jemaat’

Pdt.Daniel Lumentut,Ketua I MS.GPIB: ’Mandat Moral Jemaat’

Polling aspirasi jemaat dari GPIB WATCH bukan hukum, namun mengabaikannya berarti menutup telinga terhadap suara umat

Jakarta, gpibwatch.id – Polling Aspirasi bakal calon Ketua I MS.GPIB – XXII yang diselenggarakan oleh GPIB WATCH telah selesai digelar dan menunjukkan hasil yang sangat significant.

Hasil polling tersebut memperlihatkan Pdt. Daniel Lumentut keluar sebagai pemenang dengan 57 % suara disusul Pdt. Benyamin Louhenapessy 41 %, Pdt. Henry Tamaela 1 %, Pdt. Yance Tonapa 1 %, Pdt. Jan Jona Lumanauw 0 %, dan Pdt. Janzens Riupassa 0 % dari total pemilih 358 .

Keterpanggilan jemaat untuk berpartisisi sangat dihargai, karena mereka sangat mengetahui kontestan mana yang layak memimpin Bidang II yang berhubungan dengan Pelayanan dan Kesaksian / PELKES yang menurut mereka bukan pekerjaan yang mudah, diperlukan pengalaman daripada calon.

Dan kemungkinan Pdt. Daniel Lumentut masuk dalam kriteria jemaat yang memang ingin menampilkan orang – orang yang sudah punya jam terbang pelayanan yang  matang, baik itu di lingkup internal jemaat maupun di lingkungan dengan scope yang lebih luas.

Antara Politik dan Missio Dei

Secara aspiratif, dukungan yang kuat dari jemaat merupakan bentuk kepercayaan dan legitimasi moral dari akar rumput, dimana jemaat melihat dalam dirinya figur pemimpin yang layak memegang posisi sebagai Ketua I MS.GPIB, 2025 – 2030.

Namun hasil polling aspirasi belum tentu sama dengan hasil Persidangan Sinode Raya, Makassar – 2025. Secara organisatoris dalam forum resmi banyak faktor yang ikut bermain yang sudah terinklutasi termasuk didalamnya tata tertib, dinamika politik gereja, lobi-lobi fungsionaris dengan para utusan, kompromi internal dan sandiwara temporer.

Dan terlepas dari hasil akhir di persidangan, polling aspirasi dari GPIB WATCH memberi pesan penting dimana Pdt. Daniel Lumentut  menjadi simbol keinginan jemaat akan kepemimpinan yang lebih dekat dengan umat, dan itu adalah mandat moral yang punya daya dan kekuatan yang sangat besar dan lebih panjang dibandingkan sekadar keputusan administrative.  

Polling aspirasi jemaat dari GPIB WATCH bukan hukum, namun mengabaikannya berarti menutup telinga terhadap suara umat. Diperlukan kepekaan, etika dalam mendengar suara jemaat dan ini tak boleh diabaikan, jika  gereja benar-benar mau hidup sebagai tubuh Kristus. ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP

PST Jakarta, Peserta via Zoom Keluhkan Sulitnya Akses Masuk

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat