Marturia
Home / Marturia / Ouh Tuhan, Musibah Gempa Saat Umat Songsong Tri Suci

Ouh Tuhan, Musibah Gempa Saat Umat Songsong Tri Suci

Kondisi Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor Pasca Gempa Bumi, Kamis (03/04)

MANADO, gpibwatch.id – Musibah gempa tektonik magnitudo 7,6 yang terjadi Kamis pagi menjadikan beberapa  gereja di Sulawesi Utara mengalami kerusakan.

Peristiwa ini tentu sangat memilukan bagi umat Tuhan karena terjadi  disaat-saat jemaat menjelang ibadah Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah (Tri suci). Kantor berita ANTARA melaporkan, plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Kecamatan Tombulu, Provinsi Sulawesi Utara runtuh.

“Kami memang sementara mempersiapkan untuk ibadah Kamis Putih pada sebentar malam jam 20.00 Wita,” ujar Koordinator Bidang Aset dan Pembangunan Gereja Paroki Bunda hati Kudus Yesus Rumengkor Guido Merung dihubungi di Manado, Kamis (2/4/2026).

Selain Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, kerusakan juga dialami Gereja Katolik Kristus Raja Kembes plafon gereja ambruk dan Gereja Katolik St. Yoseph Sarongsong, Tomohon beberapa dekorasi jatuh.

Di Bitung, Sunda Plafon di dalam Gedung Gereja GMIM Petra Wangurer Barat rusak dampak dari peristiwa gempa magnitudo 7.6 terjadi pada Kamis, 2 April 2026, pukul 06.48 Wita, dengan lokasi koordinat 1.21 lintang utara 126.25 bujur timur berjarak 127 kilometer Tenggara Bitung kedalaman 18 km.

Ketika Kepiting Berteriak: Pembunuhan Karakter

Kerusakan sunda plafon lepas dari rangka, hingga jatuh ke lantai bawah dan balkon lantai dua gereja.

“Dari luar gereja kami dengar bunyi prak di dalam gereja. Saat kami masuk ke dalam sunda plafon rusak lepas dari rangkanya,” kata Benny saat diwawancarai Reporter Tribun Manado Christian Wayongkere di dalam gedung gereja, Kamis (2/4/2026).


Korban Jiwa

Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) membawa duka mendalam. Satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa bangunan Gedung KONI Sulut.

MANADOPOST.ID melaporkan, korban diketahui bernama Deitje Lahia (69), warga Desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang. Informasi yang dihimpun menyebutkan korban merupakan anggota jemaat GMIM Imanuel Buntong.

Kalau Umat Butuh Duit Disuruh Berdoa, Pemuka Agama Minta di Jemaat

Sekretaris jemaat, Tuwokona Limpong, mengonfirmasi bahwa korban tercatat sebagai anggota Kolom 14 dalam struktur pelayanan jemaat.

“Benar, almarhumah merupakan anggota jemaat kami di Kolom 14,” ujarnya.

Korban diketahui tinggal di lorong Coca-Cola, Desa Tateli Satu. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk Montolalu Lahia sebagai penanggung keluarga.

“Almarhumah tercatat saat ini berusia 69 tahun. Kelahiran 15 Desember 1956,” terangnya.

Laman KOMPAS.COM akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, terasa kuat hingga memicu kepanikan di wilayah Maluku Utara, termasuk Ternate, Kamis (2/4/2026) pagi. Guncangan hebat ini dilaporkan menimbulkan sejumlah dampak kerusakan bangunan di beberapa titik, termasuk gereja.  “Ini informasi awal bahwa ada dua gereja yang rusak berat dan tiga gereja rusak ringan, begitu juga rumah-rumahan warga yang rusak berat dan rusak ringan,” kata Sekretaris Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Kamis. /fsp

GILA HORMAT: Kuasa Uang di Balik Jubah Pelayanan