Kritik justru menjadi bagian dari kedewasaan rohani dan digital…
Jakarta, gpibwatch.id — Dewasa ini, media sosial, forum daring, podcast, dan dunia digital lainnya bagaikan Niniwe—kota besar yang memukau sekaligus membingungkan. Dunia yang dibangun oleh teknologi informasi menantikan hadirnya para pemberita kabar baik: mereka yang menghadirkan kasih Allah yang memulihkan, bukan menghakimi; merangkul, bukan mengucilkan.
Realitas digital sering berjalan di luar ekspektasi. Kita berharap semuanya sejalan dengan kehendak-Nya, tapi kenyataannya kadang jauh berbeda. Kerinduan untuk informasi yang membangun, khususnya dalam pelayanan, memerlukan kesabaran dan kedewasaan. Kita harus belajar menyampaikan berita yang valid, sambil tetap waspada terhadap hoaks yang bisa merusak persekutuan.
Kritik—bahkan yang bernada satir atau sarkas—tidak selalu negatif. Selama tujuannya mengingatkan kita tetap pada rel yang disepakati bersama, kritik justru menjadi bagian dari kedewasaan rohani dan digital.
Era digital adalah era keterbukaan. Semua orang bisa berkarya dan bersuara, tinggal kita memilih: apakah untuk memuliakan nama-Nya—Soli Deo Gloria—atau sekadar menonjolkan diri? Jawaban ada di tangan kita. ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP

