Diakonia Ekonomi Gereja
Home / Ekonomi Gereja / Marketplace GPIB – Membaca Zaman, Menguatkan Jemaat

Marketplace GPIB – Membaca Zaman, Menguatkan Jemaat

Jika tidak, kita keliru membaca zaman

Jakarta, gpibwatch.id — Kita telah memasuki era baru: era berdagang secara online. Diprediksi 65% masyarakat Indonesia akan berbelanja digital pada tahun 2027. Para pedagang tidak punya banyak pilihan; suka atau tidak suka, harus masuk ke dalam ekosistem digital sebagai cara bertahan di pasar baru. Jika tidak, kita keliru membaca zaman. Demikian ditegaskan Sekjen Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Bung Edy Misero, dalam 60’ Special Report – Kompas TV, 5 April 2026.

Tantangan yang dihadapi tidak ringan. Selain persoalan pajak atas barang ilegal, kualitas produk lokal menjadi pertaruhan agar tidak tergusur dari pasar digital. Pemerintah memiliki kewenangan menata arus barang impor dan menindak barang ilegal. Penetapan pajak yang matang dan berkeadilan akan membuka ruang persaingan yang sehat.

Dalam konteks pelayanan diakonia, GPIB melalui Departemen Pengembangan Ekonomi Gereja (PEG) sejak dua tahun terakhir telah menggagas pasar digital: Marketplace Kasihpedia. Dengan 356 jemaat di 26 provinsi dan 25 Mupel, sesungguhnya kita memiliki kekuatan jaringan untuk bergerak bersama dan saling mendukung.

Marketplace GPIB menjadi ruang bagi warga jemaat untuk menjual produk dan menopang usaha bersama—dari jemaat untuk jemaat. Saatnya kita mendukung dan menyambut peluncurannya. Bravo GPIB. /JP

Sudah Pas-Kah Pelayanan Kita Ber-GPIB?