“Kita ini, PTH Bogor ini baru berusia 8 bulan, lho. Puji Tuhan untuk semua itu,” tutur Pendeta Gloria…
BOGOR, gpibwatch.id – Siapa bilang menjadi pelayan gereja hanya urus orang hidup. Ehm,…orang mati pun menjadi bagian yang harus disentuh pelayan Tuhan di jemaat.
Seperti yang dilakukan jemaat GPIB Pura Tajur Halang (PTH) Bogor ini. Jemaat ini tengah melakukan proses penandatangan MoU dengan pihak penyedia jasa pemakaman, Sentra Medika Cibinong, Selasa (04/03/2026).
Alhasil, jemaat yang dilayani Ketua Majelis Jemaat (KMJ) PTH Bogor Pendeta Gloria Nathalia Pattiselanno Kansil, S.Si (Teol) melalui Ketua 1 PHMJ Penatua Banggas Limbong bisa mendapatkan penanganan pemakaman jika ada warga jemaat yang meninggal dunia.
Pihak Sentra Medika, Heri Suherlan menyatakan siap membantu dan memfasilitasi sebagaimana penawaran yang disampaikan kepada PTH Bogor yang dalam waktu dekat akan melakukan penandatanagan kerja sama.
Giat layan GPIB PTH Bogor dapat dikatakan sebuah lompatan maju sebagaimana diketahui jemaat PTH Bogor ini baru berusia 8 bulan yang ditahbiskan pada Juni 2025 menjadi jemaat mandiri, pisah dari induknya GPIB Zebaoth Bogor.
Selain itu, gereja yang juga bisa mengelola keuangannya secara mandiri ini, belum lama berselang menyanggupi untuk melakukan pembimbingan dalam program Orang Tua Asuh (OTA) untuk 5 orang anak terdiri dari anak-anak jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/K.
“Kita ini, PTH Bogor ini baru berusia 8 bulan, lho. Puji Tuhan untuk semua itu,” tutur Pendeta Gloria menyikapi proses bagaimana jemaat yang dilayaninya mampu memberikan pendampingan dalam program Orang Tua Asuh.
Setelah pisah dari GPIB Zebaoth Bogor yang merupakan induk, PTH terus menata diri dalam kemandiriannya, tanpa ada pendampingan dari jemaat pendamping sebagaimana lazimnya. Mungkin GPIB PTH ini adalah satu-satunya jemaat GPIB yang dimandirikan tanpa jemaat pendamping.
Langkah maju lainnya, GPIB PTH juga telah membentuk Kelompok Kerja Program Kerja dan Anggaran (PKA) 2026-2027 dan dalam waktu dekat akan melakukan Lokakarya.


