Opini
Home / Opini / Kursi Sinode Emas Murni, Rekam Jejak Tanpa Noda

Kursi Sinode Emas Murni, Rekam Jejak Tanpa Noda

Disclaimer ini seolah-olah melahirkan teologi baru, bahwa tidak ada manusia yang sempurna, kecuali saat kampanye sinode,,

Jakarta, gpibwatch.id – Menjelang Pemilihan Majelis Sinode GPIB – XXII, segala usaha dari para calon diupayakan sedemikian rupa, dibuat sesempurna mungkin, dihindari cela yang bisa mengakibatkan tidak lolos dalam verifikasi.

Perjalanan yang buruk dalam pelayanan untuk sementara ditutup rapa- rapat seakan – akan tak pernah terjadi, ditenggelamkan sampai kedasar hingga nyaris tak terdengar, rekam jejak tanpa noda, tanpa dosa dan tanpa cacat, serta catatan kelemahan lenyap entah kemana, mungkin di hapus oleh Roh Kudus atau oleh Tim Sukses.

Terkadang kebohongan tiba-tiba muncul dalam ketidaksempurnaan, walaupun berasal dari debu tanah, tapi entah kenapa, kalau sudah urusan kursi sinode,  debu tanah bisa merasa seperti emas murni,  dan disclaimer ini seolah-olah melahirkan teologi baru, bahwa tidak ada manusia yang sempurna, kecuali saat kampanye sinode.

Dan dalam ketidaksempurnaan para calon, ada beberapa poin untuk menjadi bahan reflektif yang sekaligus kritis yaitu :

Menutup Buku Lama, Membuka Lembaran Baru dalam Terang Kasih

  1. Kesadaran akan keterbatasan, bahwa mereka hanyalah manusia fana dan jangan merasa paling hebat, paling rohani, paling pantas, karena jabatan adalah anugerah Allah.
  2. Kerendahan hati seorang pemimpin dalam pelayanan, bukan yang haus kuasa atau membangun gengsi, dan yang terpilihpun harus sadar ia hanya alat, bukan pusat kuasa.
  3. Menghormati dan menghargai perbedaan karena pemilihan sering memunculkan perbedaan pilihan, ada kubu, ada golongan, ada faktor konvensional, ada faktor almamater, bahkan konflik, namun I Petrus 2 :17 menekankan ‘Hormatilah Semua Orang’
  4. Gunakan kasih sebagai landasan pelayanan yang menjadi cermin bagi siapapun yang maju atau mendukung MS.GPIB-XXII

Poin ini menyatakan bahwa ketidaksempurnaan para calon merupakan suatu kekuatan, dimana mereka akan semakin tangguh jika diberikan kesempatan  untuk memimpin dan melayani di tingkat sinodal.

Karena GPIB tidak dibangun oleh manusia sempurna, tapi oleh manusia yang disempurnakan oleh kasih dan panggilan Tuhan. ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat