Magelang, gpibwatch.id – Ada sosok perempuan tangguh di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB). Tangguh dalam kepeduliannya mengajak warga jemaat dan Pemimpin Umat untuk fokus membangun bangsa. Ia adalah Pendeta Yannedelle Hehanussa-Sahetapy, S.Th, M.Si (Psi).
Pendeta yang akrab disapa Pendeta Lieke ini mencontohkan tokoh-tokoh seperti Albertus Sugipranoto, tokoh umat Katolik dan tokoh Protestan T.B. Simatupang yang punya komitmen membangun bangsa,
Menurutnya, Pemimpin Gereja harus terus terlibat dalam pembangunan bangsa selain pembangunan umat. Pelayanan terhadap masyarakat, servant leadership, perlu menjadi prioritas gereja.
Ia juga adalah sosok pemerhati yang baik terhadap sesama. Ketika mitranya mengalami kesulitan karena institusi gereja tidak memberikan hak-hak yang harus diterima, Pendeta Lieke hadir menyapa, memberi semangat dan mengajak berdoa bersama.
Tidak hanya tangguh dalam berpelayanan, Pendeta yang punya hobi menyanyi dan meluncurkan banyak keping cakram rekaman lagu rohani ini juga pandai merawat relasi tidak hanya di internal gerejawi tapi juga dengan masyarakat lainnya diluar gereja.
Saat pisah sambut di GPIB Maranatha Balikpapan. Pendeta Lieke mampu mengingat satu persatu unsur Pejabat di Balikpapan, tingkat Mupel bahkan unit-unit misioner yang ada. Bukti bahwa Pendeta yang kini menjabat KMJ di GPIB Beth El Magelang ini pandai merawat relasi.
Tak heran kalau koleganya bilang: "Ia pantas untuk menduduk posisi Ketua II Majelis Sinode Periode 2025-2030."Di Balikpapan, Pendeta Lieke telah melayani selama 6 tahun, sekitar 4 tahun GPIB di Immanuel dan 2 tahun di GPIB Maranatha.
“Saya sadari bahwa berpelayanan yang Tuhan izinkan ada di kota Balikpapan ini dalam relasi dengan semua pihak. Relasi inilah yang saya lihat sebagai sebuah dukungan, support dalam pelayanan untu pekerjaan memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus,” kata Pendeta Lieke.
Di Balikpapan, tuturnya, mengantarnya dilibatkan dalam pelayanan di Mupel bahkan juga Persekutuan Gereja-gereja Setempat di kota Balikpapan. Sema terjadi karena kasih Sang Kepala Gereja yang memimpin sejauh ini, Ebenhaezer, Tuhan menolong ditengah-tengah berbagai tantangan berpelayanan.
Peraih Master Psikologi ini juga mengemasi warga biru. Menurutnya, biru lambang kesetiaan yang ia artikan sebuah kesetiaan yang diharapkan memenuhi panggilan-Nya yang diwujudkan untuk kemuliaan nama-Nya.
“Di mana-mana Tuhan panggil, untuk bekerja di ladang-Nya jalani dengan setia apa yang dirancangkan-Nya,” ujar Pendeta Lieke mengawali langkah berpelayanan di GPIB Jemaat “Beth-El” Magelang pada September 2025.
“Ya,.. September ceria,” tandasnya seraya menampilkan foto kebersamaan dengan karyawan kantor GPIB Jemaat “Beth-El” Magelang. /Fsp/Jp

