Opini
Home / Opini / Kopi Fasik dan Pesta Suksesi

Kopi Fasik dan Pesta Suksesi

Perjanjian sunyi — yang seharusnya dijaga dalam kesetiaan dan rasa hormat — runtuh seketika hanya karena nafsu ingin dihormati…

CIKARANG, gpibwatch.id — “Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan, ia harus mati karena itu. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup karena itu.” (Yehezkiel 33:18–19)

Terlepas dari kutipan Kitab Suci, kenyataan hidup sering menunjukkan hal sebaliknya. Banyak orang memilih jalan kecurangan, merusak kepercayaan yang telah diberikan, dan menciptakan jarak akibat perilaku yang menyimpang dari kesepakatan awal.

Ambisi pribadi dan kehausan akan pujian sering kali menghancurkan persahabatan dalam pelayanan. Perjanjian sunyi — yang seharusnya dijaga dalam kesetiaan dan rasa hormat — runtuh seketika hanya karena nafsu ingin dihormati.

Dan di pesta suksesi rohani, kelompok Fasik, Farisi, dan Saduki tampak bersatu dalam tawa palsu. Mereka bercengkerama dengan hangat, seolah kebenaran tak lagi penting.

Wahai para penikmat kekuasaan, selamat menyeruput kopi fasik — yang nikmatnya sesaat, namun getirnya bisa menyebabkan diare moral kronis. ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP

Antara Politik dan Missio Dei

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat