Opini
Home / Opini / Ketika Kesederhanaan Menjadi Kekuatan: Bung Nitis dari Kota Daeng

Ketika Kesederhanaan Menjadi Kekuatan: Bung Nitis dari Kota Daeng

Bung Nitis akan menapaki periode pelayanan—XXII dengan tantangan yang tidak ringan — dari penataan internal hingga kerja sama eksternal. Diperlukan pundak yang kuat, hati yang jernih, untuk menyelesaikan persoalan yang urgent dan signifikan bagi tubuh pelayanan.

Makassar, gpibwatch.id Kota Daeng kembali menorehkan sejarah. Dari kota berangin semilir ini, Pendeta Nitis Harsono terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Sinode GPIB 2025–2030. Angin mamiri yang lembut seolah membawa perubahan besar, menggeser atmosfer pemilihan dari pola tradisional menuju semangat baru yang lebih modern dan terbuka—sebuah perubahan yang selama ini sulit untuk diraih.

Dengan gaya low profile dan tampilan sederhana, Bung Nitis berhasil menghipnotis para pemilih di Ballroom Claro Makassar, 30 Oktober 2025. Kesederhanaan yang apa adanya justru menjadi daya tarik tersendiri untuk menapaki kursi nomor satu GPIB.

Meraih 52 persen dari 347 suara pemilih, Bung Nitis kini dipercaya menakhodai bahtera besar GPIB yang mencakup 356 jemaat di 26 provinsi di Indonesia. Tugas ini tentu bukan perkara mudah. Beragam karakter jemaat perlu diayomi, didengar, dan dibangun dalam semangat keterbukaan serta dialog yang sejati.

Bersama para fungsionaris Majelis Sinode lainnya, Bung Nitis akan menapaki periode pelayanan XXII dengan tantangan yang tidak ringan — dari penataan internal hingga kerja sama eksternal. Diperlukan pundak yang kuat, hati yang jernih, dan visi yang tegas untuk menyelesaikan persoalan yang urgent dan signifikan bagi tubuh pelayanan.

Antara Politik dan Missio Dei

Angin mamiri kini menjadi simbol. Ia mengingatkan bahwa perubahan dan pembaharuan harus berjalan seiring dengan transparansi dan integritas. Angin ini akan menegur bila arah pelayanan melenceng, namun juga akan meninabobokan dalam damai bila lembaga dijalankan dengan kejujuran dan kesetiaan.

Selamat untuk Bung Nitis. Angin mamiri dari Makassar kini berembus membawa harapan baru. Semoga semangat perubahan ini menguatkan kepercayaan jemaat dan menuntun GPIB menuju seratus tahun pelayanannya — dengan iman, integritas, dan cinta yang tulus. Soli Deo Gloria. Makassar Pung Carita – Ewako/JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat