Dalam konteks pemilihan MS. GPIB suara bulat sering terdengar lebih aman daripada suara iman. Kita memuja kesepakatan-bukan keberanian, diplomasi- bukan doa. Kita menyebutnya harmoni, padahal sering kali hanyalah kompromi yang rapi….
Jakarta, gpibwatch.id – Semuanya tampak satu suara. Kompak, teratur, sopan, dan seolah rohani. Tidak ada perbedaan pandangan, semua sejalan, semua sudah diatur. Gereja terlihat rukun, tapi mungkin, terlalu rukun hingga Tuhan tak lagi diundang bicara.
Bangsa Israel pernah mengalami hal serupa. Dua belas pengintai dikirim, sepuluh kembali dengan laporan yang โMasuk Akalโ, tanah itu subur, tapi penduduknya kuat. Semua sepakat untuk tidak melangkah. Suara terbanyak berbicara, dan umat pun bersorak, Benar! Lebih baik kita kembali ke Mesir.
Namun dua orang berbeda, Kaleb dan Yosua. Mereka tak menolak fakta, tapi menolak tunduk pada rasa takut. โJika Tuhan berkenan kepada kita, Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu.โ Kata-kata itu sederhana, tapi cukup membuat mereka hampir dilempari batu. Karena di tengah suara bulat, iman yang berbeda terdengar seperti ancaman.
Kini, dalam konteks pemilihan MS GPIB, kisah itu terasa dekat. Di ruang-ruang sidang, suara bulat sering terdengar lebih aman daripada suara iman. Kita memuja kesepakatan, bukan keberanian, diplomasi bukan doa. Kita menyebutnya harmoni, padahal sering kali hanyalah kompromi yang rapi. Gereja belajar berpolitik dengan elegan, tapi lupa beriman dengan jujur.
Kaleb dan Yosua mungkin tidak populer, tidak strategis, bahkan dianggap mengganggu peta besar pemilihan. Tapi mereka tetap percaya, Tuhan tidak hadir di tengah hasil yang disusun, melainkan di hati yang berani berkata, โJika Tuhan berkenan.โKesatuan sejati bukan ketika semua berpikir sama, tetapi ketika semua tetap beriman di jalan yang benar. Dan mungkin, di masa pemilihan ini, gereja memerlukan lebih banyak Kaleb dan Yosua, mereka yang berani berbeda, ketika semua satu suara.
Refleksi untuk Gereja di Masa Pemilihan MS-GPIB. Disadur dan dikembangkan dari SBU GPIB, Renungan Minggu 19 Oktober 2025 (Bilangan 14:1โ10).ewako-mappakoe@gpibwatch.id โJP

