Opini
Home / Opini / Judis Apolos: “GPIB, Berbajukan Protestan, Raganya Liberal”

Judis Apolos: “GPIB, Berbajukan Protestan, Raganya Liberal”

Jakarta, gpibwatch.id – Alkitab adalah Firman Allah versus Alkitab mengandung Firman Allah sering dikaitkan dengan spektrum teologi konservatif, moderat dan liberal.

Secara ringkas / secara sinoptik Teologi Konservatif, memandang Alkitab adalah Firman Allah, langsung otoritas mutlak.

Teologi Liberal, Alkitab mengandung Firman Allah, Alkitab = dokumen iman manusia. Fokusnya pada nilai etis, moral, dan pengalaman manusia.

Tradisi GPIB / Calvinis moderat, menggunakan keduanya, Alkitab adalah Firman Allah yang menyampaikan Firman itu melalui kesaksian manusia, ditafsir oleh Roh Kudus dalam konteks sekarang.  GPIB sebagai reformed moderat ekumenis.

GPIB secara liturgis dan doktrinal, Alkitab adalah Firman Allah untuk menegaskan otoritas iman.

Antara Politik dan Missio Dei

GPIB secara praktis dan tafsir, Alkitab mengandung kesaksian tentang Firman Allah, yang harus dibaca dalam terang Kristus dan bimbingan Roh Kudus.

Mari simak apa yang dikatakan Bung Judis Apolos dari GPIB Jemaat ‘Bethesda’ Sidoarjo tentang pemahaman iman GPIB yang tidak sejalan dengan yang dipercaya oleh gereja-gereja yang berdenominasi protestan/Calvinis, kepada  Bung Frans Salempang dari gpibwatch.

Merupakan suatu ironis, GPIB sebagai gereja mainstream yang menyandang kata Protestan pada nama diri organisasinya, tetapi memiliki pemahaman iman yang tidak sejalan dengan pemahaman iman yang dipercaya oleh gereja-gereja yang berdenominasi protestan/Calvinis.

Khususnya dalam hal pemahanan iman pada doktrin Alkitab, yang mana  pada Persidangan Sinode (PS) XXI di Surabaya Jawa Timur tahun 2021 telah menghasilkan dokumen pemahaman iman.

Di dalam dokumen pemahaman iman GPIB tersebut pada bagian Firman Allah berisi premis bahwa Alkitab mengandung Firman Allah.

PST Jakarta, Peserta via Zoom Keluhkan Sulitnya Akses Masuk

Dengan premis Alkitab mengandung Firman Allah tersebut berarti bahwa didalam Alkitab ada yang berisi Firman Allah dan ada pula yang bukan Firman Allah.

Pada hal premis ini adalah premis yang dipercaya oleh kaum Kristen Liberal dan bukan yang dipercaya oleh kaum Kristen Protestan/Calvinis.

Bila GPIB memiliki pemahaman iman bahwa Alkitab mengandung Firman Allah, ini berarti sama dengan yang dipercaya oleh kaum kristen Liberal.

Hal ini berarti GPIB hanya Berbajukan Protestan tetapi Raganya adalah Liberal.

Untuk itu diharapkan di momen PSR GPIB XXII, Makasar – 2025 ada perubahan pada premis tersebut yaitu dengan merumuskan doktrin Alkitab menjadi premis Alkitab adalah Firman Allah yang dipercaya oleh gereja-gereja yang berdenominasi protestan/Calvinis.

Menutup Buku Lama, Membuka Lembaran Baru dalam Terang Kasih

Perubahan premis ini sangatlah penting karena akan menentukan bagaimana GPIB memposisikan eklesiologi gereja dalam berteologi sebagai gereja protestan/Calvinis.

Selain itu juga diharapkan dokumen-dokumen mengenai iman dan ajaran GPIB yang akan dirumuskan pada PSR. GPIB – XXII harus dikaji dengan baik yang harus didasarkan pada Firman Allah dan sesuai dengan pemahaman iman yang dipercaya oleh gereja-gereja Kristen Protestan/Calvinis.

Adapun dokumen-dokumen iman dan ajaran GPIB tersebut adalah Allah Tritunggal, Firman Allah, Keselamatan, Manusia, Gereja, Alam dan  Sumberdaya, Bangsa dan Negara, Masa Depan dan Dunia roh/Spiritisme.

Ini perlu mendapatkan perhatian ekstra secara literasi dalam merumuskan dokumen-dokumen tersebut oleh karena terindikasi berisikan hal-hal yang tidak sejalan dengan pemahaman iman yang dipercaya oleh kaum kristen protestan/Calvinis dan bahkan ada yang cenderung menyimpang. ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP/fsp

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat