Marturia
Home / Marturia / Jalan Berliku, Tangan yang Tetap Menggenggam

Jalan Berliku, Tangan yang Tetap Menggenggam

Gereja tidak menawarkan ilusi tanpa luka, melainkan pengharapan di tengah dunia yang terluka….

Surabaya, gpibwatch.id – Berjalan bersama Tuhan tidak selalu berarti menapaki jalan yang mulus. Ada belokan, tikungan tajam, dan lubang-lubang yang membuat langkah terasa berat. Kita sering kecewa karena berharap hidup bersama Tuhan selalu indah dan menyenangkan. Padahal hidup sejati menuntut perjuangan. Yang terpenting bukanlah apakah jalan itu lurus atau berliku, melainkan bagaimana kita memaknai setiap tikungan sebagai ruang menemukan hikmat-Nya.

Pergulatan ini pernah dialami Asaf dalam Mazmur 73:21โ€“24. Kepahitan membuat hatinya gelisah. Ia tidak mengerti mengapa hidupnya tidak seindah harapannya, padahal ia merasa dekat dengan Tuhan. Ia bahkan menyebut dirinya bodoh, seperti hewan di hadapan Allahโ€”tak mampu memahami kehendak-Nya. Namun dalam kebingungan itu, Asaf tidak menjauh. Ia tetap tinggal dekat. Ia mengakui, โ€œAku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.โ€ Kesadaran ini mengubah cara pandangnya. Ia menyadari bahwa Tuhan tidak pernah melepaskan genggaman-Nya, dan pada akhirnya Tuhan menuntunnya kepada kemuliaan.

Pengalaman Asaf menjadi pelajaran bagi kita. Sekelam apa pun jalan hidup, janganlah menjauh dari Tuhan. Tetaplah berjalan bersama-Nya, sebab Ia setia memegang tangan kita.

Di sinilah panggilan gereja menemukan maknanya. Gereja tidak menawarkan ilusi tanpa luka, melainkan pengharapan di tengah dunia yang terluka. Di tengah air mata mereka yang tertindas oleh keangkuhan kuasa, gereja dipanggil untuk hadirโ€”membasuh luka dan menyuarakan kebenaran. Suara kenabian gereja lahir dari kedekatan dengan Tuhan, agar setiap orang tetap tinggal dekat pada-Nya dan menemukan pengharapan sejati.DR.

Yang Melamar dan Yang Dipilih

Related Posts

Latest Posts

Ragam Berita




Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB


Marketplace GPIB: Dari Wacana Menuju Karya Nyata


Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Marketplace GPIB: Dari Wacana Menuju Karya Nyata