STIKES ‘Griya Husada‘ Surabaya akan melebarkan sayap dan merencanakan membuka Prodi Perawat Internasional,,,,
Jakarta, gpibwatch.id – Departemen PEG – GPIB kembali menyelenggarakan turnamen golf, merupakan program andalan dari tahun ke tahun dan program ini dapat menghasilkan dana yang cukup besar, tergantung topik apa yang diangkat.
Dengan mengangkat tema ‘Charity for a Better Education and Health‘, GPIB Charity Golf Tournament – 2025 akan berlansung di Pondok Indah Golf Course, 25 September 2025.
Nakhoda GPIB Charity Golf Tournament – 2025 adalah Prof. Miranda Goeltom, beliau orang tak asing lagi dalam dunia pergolfan, dengan gaya dan suara yang khas, panitia diminta untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan mencintai pekerjaan ini dalam kesinergitas.
Banyak sponsorship dan para golfer yang tertarik dan sangat antusias dengan turnamen ini, karena mereka sangat peduli dengan pendidikan dan kesehatan.
Turnamen ini bertujuan melanjutkan pemberian beasiswa penuh bagi puluhan calon – calon perawat dan bidan dari berbagai daerah di pelosok Kalimantan, NTT, Papua dan daerah-daerah lain di Indonesia yang kuliah di STIKES ‘Griya Husada’ Surabaya.
Saat ini penerima beasiswa di STIKES ‘Griya Husada’ ada 60 mahasiswa dengan anggaran full untuk biaya pendidikan, tuition, asrama dan makan sekitar 40 juta rupiah per orang per tahun.
Dan penggalangan dana lewat kegiatan ini, sungguh sangat berarti bagi keberhasilan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) ‘Griya Husada’ di Surabaya dalam mewujudkan tenaga perawat dan bidan untuk berkarya, bekerja sesuai dengan keilmuannya di daerah asalnya.
Keterpanggilan STIKES “Griya Husada” dalam mencetak para tenaga kesehatan dan bidan tentunya ada alasan yang hakiki. dengan melihat data tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi di daerah pelosok pedesaan.
Di Indonesia yang menurut data Kemenkes – 2024, target Angka Kematian Ibu (AKI) adalah 183 per 100.000 kelahiran hidup, dan target Angka Kematian Bayi (AKB) adalah 16 per 1.000 kelahiran hidup, ini akibat dari ketimpangan dalam pemerataan dan penyebaran tenaga perawat dan bidan yang belum seimbang.
Dan program kedepan STIKES ‘Griya Husada‘ Surabaya akan melebarkan sayap dan merencanakan membuka Prodi Perawat Internasional yang tujuannya untuk meningkatkan pemasukan devisa.
Pendapatan devisa tentunya melalui ekspor lulusan Prodi Internasional sebagai perawat dan senior caregiver ke negara- negara yang telah mengalami Aging Population seperti Jepang, Scandinavian Countries. ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP
