Kita sering menghancurkan diri sendiri karena ego lebih dipercaya daripada iman….
Surabaya, gpibwatch.id — Manusia memang hebat. Begitu disentil sedikit, langsung naik pitam. Ditindas, dianiaya, atau disakiti, kita biasanya tak butuh waktu lama untuk menyalakan mode “balas dendam”. Selama masih ada sisa tenaga, kita merasa wajib melawan. Wajar, katanya. Bahkan ada yang bangga: “Saya tidak diam kalau diinjak!”
Hasilnya? Kekerasan dibalas kekerasan, dendam dibayar dendam, dan lingkaran kekacauan terus berputar. Tapi ya begitulah manusia: ego selalu lebih cepat meledak daripada iman sempat mengingatkan.
Lalu kita membuka 1 Petrus 1:6–7, dan tiba-tiba semua kepongahan manusia itu terasa… janggal. Umat Tuhan saat itu sedang benar-benar ditindas. Situasinya jauh lebih serius daripada sekadar sakit hati atau tersinggung. Kalau mau melawan, mereka punya alasan kuat. Tapi sungguh menarik, Petrus tidak menawarkan jurus balas dendam atau strategi perlawanan. Ia justru mengatakan: penganiayaan yang dialami itu adalah pencobaan untuk memurnikan iman—seperti emas dibakar agar nilainya naik.
Tentu saja ini bukan undangan untuk jadi umat yang pasrah, mati gaya, dan mengangkat tangan sebelum dipukul. Bukan! Tetapi Petrus sedang menampar ego kita: responmu menunjukkan siapa yang sedang menguasai dirimu—ego atau iman.
Orang yang sudah menerima keselamatan (ayat 9) seharusnya tidak alergi terhadap proses pemurnian. Apalagi Kristus sendiri masuk ke dalam kemuliaan melalui penderitaan (ayat 11); bukan melalui aksi heroik membalas semua orang yang menyakiti-Nya.
Karena itu, menghadapi pencobaan bukan soal “berani atau tidak”, melainkan soal “siapa yang memimpin”: ego yang meledak, atau iman yang bekerja? Sebab kalau ego yang memimpin, iman pasti disingkirkan ke pojok.Hadapilah pencobaan sebagai orang yang sudah diselamatkan. Bukan sebagai manusia yang baru tersinggung sedikit lalu berubah menjadi granat hidup. Pencobaan tidak dibuat untuk menghancurkan kita—kitalah yang sering menghancurkan diri sendiri karena ego lebih dipercaya daripada iman. ewako-mappakoe@gpibwatch.id / DR/JP

