Apakah GPIB akan kembali mempercayakan posisi ini kepada sang incumbent, mewakili tradisi kaum patriarki, atau memberi ruang baru bagi kaum matriarki untuk memimpin dengan sentuhan dan ketekunan khas perempuan???
Cikarang-Bekasi, gpibwatch.id – Dua sahabat akan kembali berhadapan di gelanggang kontestasi Sekretaris II Majelis Sinode GPIB. Nama keduanya tidak asing lagi di lingkup pelayanan GPIB — dua figur dengan jam terbang panjang, kematangan spiritual, dan rekam jejak yang teruji.
Kaum matriarki diwakili oleh Pnt. Louna Ticoalu, sementara kaum patriarki diwakili oleh Pnt. Ivan Lantu, sang incumbent. Sebuah rivalitas yang unik — dua pribadi yang bersahabat namun kini harus bersaing dalam medan yang sama, di bawah sorotan tajam Sidang Sinode Raya XXII GPIB, Makassar, 27–31 Oktober 2025.
Persaingan diprediksi berlangsung ketat. Masing-masing memiliki basis pendukung yang solid dan militan. Pertanyaannya kini: siapa yang lebih piawai membaca momentum, mengelola simpati, serta memikat hati para utusan?
Keduanya dikenal tekun dalam pelayanan, dengan gaya kepemimpinan yang berbeda. Louna tampil dengan karakter tenang dan konsisten membina kaderisasi melalui Dept. PPSDI–PPK / Bidang IV, sementara Ivan menunjukkan ketegasan dan kedisiplinan dalam kiprahnya sebagai Sekretaris II MS.GPIB (incumbent).Dua karakter, dua gaya, satu panggilan — membesarkan GPIB. Kini, semua bergantung pada para utusan: Apakah GPIB akan kembali mempercayakan posisi ini kepada sang incumbent, mewakili tradisi kaum patriarki, atau memberi ruang baru bagi kaum matriarki untuk memimpin dengan sentuhan dan ketekunan khas perempuan?
Makassar akan menjadi saksi. Dua sahabat, satu kursi, satu gereja — dan sejarah baru yang menanti ditulis.ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP

