Opini
Home / Opini / Dari Hinaan ke Pembuktian di Pesta Suksesi MS GPIB

Dari Hinaan ke Pembuktian di Pesta Suksesi MS GPIB

Berhati-hatilah meremehkan, sebab bisa jadi, yang kau hina hari ini, esok berdiri di mimbar kepemimpinan, sementara engkau sibuk mencari alasan mengapa tersisih….

Jakarta, gpibwatch.id – Di tengah hiruk-pikuk pesta suksesi Majelis Sinode GPIB, masih terdengar bisikan-bisikan yang meremehkan, ‘Dia tidak akan sanggup, bahkan kalau diberi kesempatan pun.’

Hinaan bisa menjadi racun, tetapi juga bisa menjadi vitamin. Sebab sejarah berkali-kali membuktikan, mereka yang diremehkan justru sering melampaui mereka yang merasa sudah mapan.

Pemimpin sejati tidak lahir dari gengsi dan kursi, melainkan dari luka yang diubah menjadi tekad, dan dari kerendahan hati yang teruji dalam pelayanan.

Maka, berhati-hatilah saat meremehkan, sebab bisa jadi, yang kau hina hari ini, esok berdiri di mimbar kepemimpinan, sementara engkau sibuk mencari alasan mengapa tersisih.

Dan di tengah hiruk-pikuk pesta suksesi itu, secangkir kopi yang kau teguk mungkin menjadi saksi, mengikis habis prasangka negatifmu, menyisakan aroma pembuktian yang tak terbantahkan.

Antara Politik dan Missio Dei

Tulisan ini adalah refleksi atas dinamika pesta suksesi Majelis Sinode GPIB 2025–2030. Sebuah ajakan untuk melihat makna kepemimpinan bukan dari jabatan dan gengsi, melainkan dari proses panjang, luka, dan kerendahan hati yang membentuk. ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat