Cara-cara politik praktis sebaiknya dihindari, karena sering kali sarat dengan kepentingan pragmatis dan ambisi pribadi maupun kelompok. Dan yang terpenting, bagaimana mewujudkan Missio Dei — misi Kristus itu sendiri….
Jakarta, gpibwatch.id — Kafe Coleman, Menara Peninsula Jakarta kembali mempertemukan kami berdua, Pdt. Johny A. Lontoh dan John Paulus, pada tanggal 11 Februari 2026, sambil menanti pembukaan PST GPIB 2026 dalam suasana santai. Sebuah diskusi warung kopi yang hangat, berbicara dari hati ke hati, namun tetap sarat makna. Tentu saja, pembicaraan kami tidak pernah lepas dari konteks pelayanan dan bagaimana perkembangannya ke depan.
Ketika kami membahas tentang politik sekuler dan politik dalam pelayanan, ada satu narasi penting yang patut menjadi pembelajaran dan pengingat bagi kita semua. Pdt. Johny A. Lontoh, yang akrab disapa Bung J.Lo, menyampaikan bahwa ketika politik sudah masuk dan menguasai kehidupan bergereja, maka semuanya bisa menjadi tidak baik dan tidak indah. Mengapa? Karena pada titik tertentu, segala cara bisa saja dihalalkan demi mencapai tujuan.

Ini menjadi warning dalam pelayanan ke depan. Cara-cara politik praktis sebaiknya dihindari, karena sering kali sarat dengan kepentingan pragmatis dan ambisi pribadi maupun kelompok.
Pada prinsipnya, setiap orang adalah baik dan benar. Namun kedudukan, jabatan, dan kekayaan dapat mengubah seseorang. Tinggal bagaimana kita mengoreksi diri: apakah kita sedang berdiri di posisi yang benar atau justru sedang tergoda oleh kepentingan? Seorang filosof pernah mengatakan, jika ingin melihat seseorang itu baik atau tidak, berikanlah ia kekuasaan.
Percakapan kami tetap rileks, sesekali diselingi canda, meski pembahasannya tetap serius dan datar. Bung J.Lo hanya mengingatkan dan menghimbau: jika ingin menjadi pemimpin, harus kuat dalam karakter. Harus memiliki visi dan misi yang jelas tentang perubahan ke depan. Harus berpikir untuk kepentingan gereja, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Dan yang terpenting, bagaimana mewujudkan Missio Dei—misi Kristus itu sendiri.
Pada closing statement, Bung J.Lo menegaskan bahwa kita semua harus menghargai realitas yang ada, termasuk saya pribadi. Proses Persidangan Sinode Raya telah selesai, dan GPIB telah memilih Majelis Sinode yang baru, MS GPIB XXII, sebagai pimpinan.
Saya berdoa agar Majelis Sinode yang baru dapat melaksanakan tugas dengan baik serta membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Soli Deo Gloria./JP

